LombokPost--Langkah serius dilakukan RS Mandalika dalam meningkatkan keselamatan pasien. Rumah sakit ini menguatkan penerapan Early Warning System (EWS) yang disebut sebagai “kunci cepat” mendeteksi kondisi pasien sebelum memburuk.
Kegiatan yang digelar di Poli Bedah Saraf, Sabtu (11/4), menjadi bukti nyata bahwa penanganan pasien kritis kini tidak bisa lagi dilakukan secara biasa. Kecepatan dan ketepatan menjadi faktor penentu keselamatan.
Direktur RS Mandalika dr. Oxy Cahyowahyuni, Sp.EM., FICEP., FISQua menegaskan, EWS bukan sekadar prosedur tambahan, melainkan sistem vital dalam pelayanan kesehatan modern.
“Pasien kritis butuh respons cepat. Dengan EWS, tanda-tanda penurunan kondisi bisa dideteksi lebih awal sehingga risiko fatal bisa dicegah,” tegasnya.
Yang menarik, kegiatan ini menghadirkan kolaborasi lintas disiplin dari para dokter spesialis, seperti Januarman, L. M. Safrizal Kurnia Ramdhoni, hingga Mayuarsih.
Baca Juga: Kemenkum NTB Tampil di Dharma Shanti Nyepi 1948, Pesan “Satu Bumi Satu Keluarga” Menggema!
Mereka sepakat, kunci keberhasilan EWS bukan hanya alat atau sistem, tetapi sinergi tim medis. Tanpa kolaborasi, deteksi dini bisa terlambat—dan itu berisiko besar bagi pasien.
Dalam pemaparannya, para narasumber menyoroti bahwa pasien kritis sering mengalami perubahan kondisi secara cepat.
Di sinilah EWS berperan sebagai “alarm dini” yang memberi sinyal kepada tenaga kesehatan untuk segera bertindak.
Langkah ini diharapkan mampu membuat tenaga kesehatan di RS Mandalika semakin sigap, responsif, dan terkoordinasi dalam menangani pasien kritis.
Dengan penguatan EWS ini, RS Mandalika menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih aman, cepat, dan berkualitas—sekaligus meminimalkan risiko yang bisa mengancam keselamatan pasien.
Editor : Kimda FaridaSumber : siaran pers