LombokPost - Pemprov NTB mulai mematangkan persiapan pelaksanaan program beasiswa dan pemagangan ke Jepang, dengan kuota mencapai 2.000 peserta.
Program ini merupakan dukungan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT) yang tidak hanya berfokus pada pemagangan, tetapi juga mencakup skema beasiswa pendidikan.
“Jadi ini bukan sekedar pemagangan saja, ada beasiswa juga,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB Aidy Furqan, Selasa (14/4).
Pihaknya memiliki tanggung jawab khusus dalam mengawal proses pemagangan. Koordinasi pun terus dilakukan, dengan tim dari Kemendes untuk membahas teknis pelaksanaan rekrutmen peserta.
Sebagai persiapan, dimulai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Kemendes yang disaksikan, alumni pekerja di Jepang, serta organisasi pelatihan dan perekrutan tenaga kerja.
Kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi program kepada 1.000 peserta, terdiri dari siswa SMA dan SMK, berlangsung di aula Islamic Center, Mataram, Kamis (16/4).
“Setelah sosialisasi dari Pak Menteri dan pengarahan dari Pak Gubernur, saya selaku Kepala Disnakertrans akan melakukan MoU dengan mitra dari Kemendes,” kata Aidy.
Pihaknya tidak akan bekerja sendiri dalam menjalankan program ini. Disnakertrans NTB akan menggandeng sejumlah instansi dan lembaga terkait melalui PKS.
Baca Juga: Mahasiswa Jerman Magang di SMAN 3 Mataram, Perkuat Jejaring Pendidikan Internasional
Seperti Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora), serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMPD-Dukcapil) NTB, kemudian lembaga pelatihan kerja. “Kita tidak bisa sendiri, pasti akan bekerja sama dengan berbagai pihak,” ujarnya.
Terkait pelaksanaan, Aidy menjelaskan seluruh proses awal seperti rekrutmen akan dilakukan di NTB. Sementara untuk pelatihan, bisa dilaksanakan dengan dua pola.
Jika terdapat pembiayaan dari Kemendes, pelatihan dilaksanakan di luar NTB. Selain itu, apabila ada delegasi dari mitra Kemendes yang menyelenggarakan pelatihan di dalam daerah, Disnakertrans NTB menyiapkannya.
“Kami bekerja sama dengan lembaga pelatihan kerja yang sudah ada di sini,” kata mantan kepala Dinas Ketahanan Pangan NTB tersebut.
Program magang ke Jepang diharapkan, meningkatkan keterampilan teknis dan profesional sesuai bidang kerja yang diikuti.
Jepang dikenal memiliki teknologi maju dan sistem kerja yang efisien, sehingga peserta dapat belajar langsung praktik kerja modern yang belum tentu diperoleh di dalam negeri.
Setelah MoU dilakukan, lanjutkan dengan proses rekrutmen. Adapun persyaratannya tidak didasarkan pada latar belakang ekonomi peserta. Penilaian utama justru terletak pada kesiapan fisik serta kemampuan berbahasa Jepang yang dimilikinya. “Persiapkan diri kalian semua,” tandasnya.
Editor : Akbar Sirinawa