RS Mutiara Sukma Perluas Layanan Kesehatan, Tingkatkan Empat Aspek Strategis

Redaksi • Dipublikasikan Rabu, 15 April 2026 | 12:04 WIB
Direktur RS Mutiara Sukma dr. Wiwin Nurhasida (DISKOMINFTIK NTB/LOMBOK POST)
Direktur RS Mutiara Sukma dr. Wiwin Nurhasida (DISKOMINFTIK NTB/LOMBOK POST)

LombokPost - Pelayanan kesehatan adalah kebutuhan dasar dan hak asasi setiap manusia untuk hidup layak, produktif, serta modal utama dalam mencapai tujuan berbangsa.

Akses kesehatan yang mudah, pelayanan yang ramah, serta fasilitas memadai menjadi kunci utama indikator pelayanan kesehatan yang efektif.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi NTB terus berupaya melakukan berbagai inovasi untuk menyediakan layanan kesehatan yang lebih lengkap bagi masyarakat NTB.

Baca Juga: Fasilitas Baru RSJ Mutiara Sukma NTB Siap Dukung Pemulihan Pasien Napza

Salah satunya melalui Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma.

Rumah sakit yang telah ganti nama menjadi Rumah Sakit Mutiara Sukma (RSMS) Provinsi NTB ini tidak hanya fokus pada layanan unggulan jiwa komperhensif. Tetapi memperluas layanan dengan layanan Women,s Healt Care dan Medical Wellness Hospital. 

Selain terintegrasi dengan layanan kesehatan jiwa, layanan berorientasi pada kebutuhan kesehatan perempuan (termasuk anak) dan kebugaran bagi semua. Kemasan layanannya paripurna, termasuk di dalamnya layanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.

Baca Juga: Ragam Terapi Pasien Gangguan Jiwa di RSJD Surakarta: Dari Membatik, Make Up, sampai Budi Daya Lele

“Ke depan kami akan membuka layanan kesehatan umum yang dibatasi. Kami konsen terhadap kesehatan ibu dan anak serta kebugaran," kata Direktur RS Mutiara Sukma dr. Wiwin Nurhasida saat ditemui tim di ruang kerjanya, Senin (9/4).

Dokter Wiwin menjelaskan, konsep Women,s Healt Care bukan hanya pada layanan kesehatan. 

Tetapi pendekatan-pendekatan untuk memperbanyak perempuan terlibat langsung dalam memberikan pelayanan termasuk memperbanyak perempuan pada tim keamanan RSMS. 

Baca Juga: RSJ Mutiara Sukma Provinsi NTB Bangun Gedung Rehabilitasi Napza Senilai Rp 12,95 Miliar

Dengan adanya layanan umum yang fokus pada kesehatan perempuan, anak dan kesehatan kebugaran, diharapkan RSMS menjadi rumah sakit yang semakin berkembang.

“Tahun ini, kami berupaya untuk memantapkan dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Selain layanan jiwa, kami juga berfokus pada kesehatan ibu dan anak,” tegasnya.

Tingkatkan Empat Aspek Strategis

Rumah Sakit Mutiara Sukma merupakan salah satu rumah sakit kelas B milik Pemerintah Provinsi NTB. Sejalan dengan Visi Misi Gubernur Provinsi NTB dalam RPJMD, maka capaian RSMS yang diraih dalam satu tahun kepemimpinan Iqbal-Dinda (2025-2026) yaitu peningkatan empat aspek strategis.

Aspek pertama yakni Penataan Tata Kelola Perumahsakitan. Aspek ini ditunjukkan dengan berganti nama dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma menjadi Rumah Sakit Mutiara Sukma (RSMS).

Hal ini didasarkan pada Undang-undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2023, dan Keputusan Gubernur NTB Nomor 100/3/3/1-655 Tahun 2025.

Perubahan nama ini bertujuan mengubah stigma Rumah Sakit Khusus Jiwa untuk menyediakan layanan kesehatan yang lebih lengkap bagi masyarakat NTB. Sejalan dengan itu, RSMS pun berganti logo, motto, dan lain-lain sebagai bentuk penyesuaian.

Aspek kedua yakni Peningkatan Akses Pelayanan, Mutu dan Keselamatan Pasien. Upaya peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien, RSMS di tahun 2025 berhasil mencapai 100 persen indikator Mutu Nasional Rumah Sakit (INM).

Dari indikator mutu yang ditentukan secara nasional, RSMS bisa mencapai dan memenuhinya. Prestasi lain dalam upaya peningkatan mutu dan keselamatan pasien, RSMS juga dipercaya menjadi narasumber dihadapan seluruh RS dalam kegiatan good practice pelaporan insiden keselamatan pasien tingkat Provinsi NTB.

RSMS mengalami peningkatan kunjungan pada tahun 2025 sebanyak 93.033 pasien rawat jalan. Meningkat dibanding tahun 2024 sejumlah 82.853 pasien.

Sedangkan jumlah kunjungan pasien rawat inap pada tahun 2025 sebanyak 2.206 pasien. Meningkat dibanding tahun 2024 sejumlah 2.070 pasisen rawat inap.

“Kesadaran masyarakat untuk memeriksa kesehatan jiwa meningkat. Disamping dokter spesialis kejiwaan yang lengkap, kami juga terus melakukan inovasi pelayanan yang ramah, edukasi, dan sosialisasi terus dilakukan. Sehingga stigma orang berkunjung ke RSMS berkurang,” katanya.

Aspek ketiga yakni Peningkatan Pendapatan Badan Usaha Milik Daerah (BLUD). Pada tahun 2025, RSMS terus meningkatkan pendapatan agar lebih mudah berkembang dan meningkatkan kualitas dan jenis layanan dengan lima strategi.

Mulai dari ekstensifikasi pelayanan berupa poliklinik konsultan kesehatan jiwa anak remaja, poliklinik konsultan adiksi (ketergantungan) dan poliklinik konsultan tumbuh kembang anak dan pediatri sosial.

Kemudian intensifkasi pelayanan berupa penambahan kualitas layanan yang sudah ada. Seperti membuka poliklinik sore hari untuk layanan kesehatan jiwa, syaraf neurologi, dan rehabilitasi medik.

Selanjutnya pengembangan inovasi berbasis digitalisasi dan non digitalisasi. Di antaranya aplikasi Mutiara Sukma, Lapor Budir, Psikolog Goes To School, Pojok Healing, Sistem Rujukan Tiga Pilar Plus, dan Sistem Dokumentasi dan Informasi regulasi.

Peningkatan Kompetensi SDM, targetnya minimal 60 persen SDM telah mendapatkan pelatihan JPL per pegawai setiap tahun. Tahun 2025 telah mencapai 96,85 persen pegawai yang telah mengikuti pelatihan internal maupun eksternal.

Kemudian program digitalisasi yang mengedepankan sistem pemerintahan yang berbasis elektronik (SPBE). Seperti pemerintah digital atau Pemdig yang terdapat 38 macam Pemdig eksternal dan delapan Pemdig internal yang dibangun oleh RSMS.

Aspek keempat yakni Pemeliharaan Citra Positif Rumah Sakit. Sebagai salah satu fasilitas pelayanan publik, maka RSMS sangat peduli dalam menjaga kepercayaan publik yang dinilai melalui banyak indikator dan mekanisme.

Tujuannya untuk mendapatkan gambaran citra positif terkait saran dan masukan masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. (lil/diskominfotikntb)

Editor : Redaksi
Sumber : Lombok Post
layanan jiwa Kesehatan Kebugaran rumah sakit kebutuhan