Ramai Truk di Pelabuhan Gili Mas Bikin Salah Paham, Pemprov NTB Pastikan Distribusi Sapi Kurban Tetap Lancar

Yuyun Kutari • Dipublikasikan Kamis, 16 April 2026 | 08:34 WIB
PENYUPLAI HEWAN KURBAN: Kepala Disnakkeswan NTB Muhammad Riadi, saat meninjau langsung distribusi hewan kurban yang akan dikirim menuju Jabodetabek, melalui Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat, Rabu (15/4). (DISNAKKESWAN NTB FOR LOMBOK POST)
PENYUPLAI HEWAN KURBAN: Kepala Disnakkeswan NTB Muhammad Riadi, saat meninjau langsung distribusi hewan kurban yang akan dikirim menuju Jabodetabek, melalui Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat, Rabu (15/4). (DISNAKKESWAN NTB FOR LOMBOK POST)

 

LombokPost - Arus distribusi hewan kurban dari NTB, menuju wilayah Jabodetabek pada musim Iduladha 1447 H, dipastikan oleh Kepala Disnakkeswan NTB Muhammad Riadi berjalan lancar tanpa hambatan berarti. 

Berbeda dengan kondisi tahun-tahun sebelumnya yang kerap diwarnai antrean panjang truk pengangkut ternak di pelabuhan, sistem pengiriman tahun ini menunjukkan perbaikan signifikan. “Ini berkat koordinasi lintas sektor yang terintegrasi,” tegasnya, Rabu (15/4).

Disnakkeswan NTB bersama Satuan Tugas (Satgas) Lalu Lintas Ternak, berhasil mengelola arus distribusi secara efektif, khususnya di titik krusial seperti Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat.

Baca Juga: Jamin Kelancaran Hewan Kurban, Satpol PP NTB Perketat Pengawasan Tata Niaga Ternak di Pelabuhan Gili Mas

Berdasarkan hasil pemantauan intensif selama Maret hingga April 2026, tidak ditemukan adanya penumpukan kendaraan pengangkut sapi, meskipun volume pengiriman mengalami peningkatan. 

Riadi meluruskan persepsi yang berkembang di publik, terkait banyaknya truk di area pelabuhan. Hal tersebut lebih disebabkan oleh faktor momentum yang bersamaan, yakni musim pengiriman ternak yang beririsan dengan masa panen jagung di NTB.

“Tidak ada truk hewan ternak yang tertahan di Pelabuhan Gili Mas. Yang kelihatan banyak itu truk pengangkut Jagung. Jangan dipikir itu truk pengangkut sapi,” tegasnya. 

Kelancaran distribusi ini ditopang oleh sinergi lintas sektor yang dibentuk oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, melibatkan berbagai instansi seperti Disnakkeswan, Polda, Dinas Perhubungan NTB, hingga Balai Karantina.

Kolaborasi ini terbukti mampu mengatur arus kendaraan dari berbagai kabupaten di Pulau Sumbawa secara sistematis. Data di lapangan menunjukkan, sebanyak 22.357 ekor sapi telah diterbitkan rekomendasi pengirimannya.

“Kemudian, ada 19.135 ekor di antaranya telah mengantongi Sertifikat Veteriner (SV) sebagai syarat lalu lintas ternak,” tambah Riadi.

Dari jumlah tersebut, 14.920 ekor sapi telah berhasil diseberangkan secara bertahap melalui Pelabuhan Pototano menuju Kayangan, sebelum akhirnya tiba di Gili Mas tanpa kendala berarti. 

Baca Juga: Ratusan Ekor Sapi Kurban Asal Dompu Dikirim ke Jakarta, Bupati Bambang: Bukti Kualitas Ternak Kita Dipercaya!

Penerapan kebijakan zero queue atau tanpa antrean juga menjadi kunci utama kelancaran ini. Koordinasi intensif di berbagai pos perbatasan mampu mencegah penumpukan truk, baik di Pelabuhan Pototano maupun Gili Mas.

“Sehingga arus lalu lintas tetap terkendali meski aktivitas pengiriman meningkat,” jelas eks kepala Biro Umum Setda NTB tersebut.

Dari sisi logistik dan kesejahteraan hewan, Pemprov NTB juga memberikan perhatian khusus. Pada puncak pengiriman yang berlangsung pada 13 hingga 16 April, BPBD NTB bersama Balai Karantina menyiapkan fasilitas tangki air bersih di area pelabuhan untuk memastikan kebutuhan minum ternak tetap terpenuhi. 

Selain itu, standar kesehatan hewan diterapkan secara ketat. Setiap sapi yang melintas mendapatkan pemeriksaan kesehatan menyeluruh, serta pemberian vitamin dan obat-obatan oleh petugas medik dan paramedik veteriner di Gili Mas.

“Langkah ini dilakukan untuk memastikan hewan kurban tiba di tangan konsumen di Jabodetabek dalam kondisi sehat dan layak,” terang dia.

Riadi menegaskan keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif Satgas Lalu Lintas Hewan Kurban, dalam mengawal distribusi secara optimal.

Keberhasilan ini menurutnya, bukan soal teknis transportasi, namun menjaga martabat NTB sebagai penyuplai sapi kurban untuk kebutuhan masyarakat Jabodetabek.

“Kami memastikan peternak kita bisa mengirim hasil ternaknya dengan lancar, dan konsumen di Jabodetabek mendapatkan kepastian stok hewan kurban,” jelasnya.

Dengan sistem operasional yang semakin tertata di Pelabuhan Gili Mas, Pemprov NTB NTB optimistis mampu memenuhi target pengiriman puluhan ribu ekor sapi secara tepat waktu dan efisien, guna memenuhi kebutuhan Iduladha tahun ini. “Ini akan terus kami pantau,” tandasnya.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Hewan Kurban, Tim Kemenko Sidak Kesiapan Terminal Gilimas NTB

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Ahsanul Khalik menegaskan Pemprov NTB juga telah berupaya menambah kapasitas angkutan laut.

Dengan bersurat kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI untuk penambahan armada kapal melalui Pelabuhan Lembar atau Gili Mas, serta optimalisasi jalur tol laut melalui Pelabuhan Bima.

“Upaya tersebut terus kami dorong, meskipun hingga saat ini penambahan armada belum sepenuhnya optimal. Namun demikian, pengaturan di daerah tetap berjalan dengan baik,” jelasnya. 

Juru Bicara Pemprov NTB ini juga turut mengklarifikasi, secara umum pelaksanaan lalu lintas ternak tahun ini justru mengalami perbaikan signifikan.

“Sistem pengaturan yang dilakukan pemerintah berjalan efektif dan tidak menimbulkan persoalan mendasar seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya,” tegas Khalik.

Editor : Akbar Sirinawa
jabodetabek iduladha hewan kurban Pelabuhan Gili Mas Pemprov NTB