LombokPost - Mesin jetski yang lalu lalang di perairan Senggigi, Lombok Barat (Lobar), belakangan ini bukan cuma menarik perhatian wisatawan, tetapi juga memicu kekhawatiran soal keselamatan pelayaran.
Aktivitas yang kian ramai itu bahkan disebut-sebut mulai bertabrakan dengan jalur kapal penumpang, di sekitar Pelabuhan Senggigi.
Kondisi ini pun langsung direspons serius oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, dengan menggelar rapat koordinasi dan konsolidasi bersama sejumlah pihak terkait, Rabu (15/4).
“Pelaksanaan rapat ini didasari oleh sejumlah laporan dan hasil pengawasan di lapangan,” tegas Kepala DPMPTSP NTB Irnadi Kusuma.
Baca Juga: IHGMA Gelar Rakernas di Senggigi, Rumuskan Solusi Jitu Berbagai Tantangan Domestik Maupun Global
Diantaranya, pengaduan resmi dari UPP Pemenang, Lombok Utara, terkait aktivitas jetski yang masuk ke alur pelayaran Pelabuhan Senggigi dan berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran.
Selain itu, hasil pemantauan Dinas Perhubungan (Dishub) Lobar juga menunjukkan masih ditemukannya pelanggaran serupa, meskipun telah diberikan surat teguran hingga peringatan kedua kepada pelaku usaha.
Irnadi kemudian memberikan kesempatan kepada pihak yang hadir, untuk menyuarakan pandangannya. Dimulai dari Kepala Bidang Pelayaran Dishub Lobar Erwin Rahanan.
Ia mengungkapkan pelanggaran aktivitas jetski telah terjadi berulang kali, termasuk insiden pada Januari dan April 2026. “Ini jetski melintas bahkan mengikuti jalur kapal penumpang,” katanya.
Kondisi tersebut dinilai sangat berisiko, terlebih dengan adanya peningkatan jumlah trip pelayaran ke Pelabuhan Senggigi dari dua menjadi enam trip per hari, dan berpotensi bertambah hingga 12 trip saat musim ramai pariwisata.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Pemenang Wilayah Pelayaran Lombok Utara–Lombok Barat I Made Oka menegaskan, aktivitas jetski yang memasuki alur pelayaran sangat membahayakan tidak hanya bagi pengguna jetski, tetapi juga bagi kapal dan keselamatan pelayaran secara umum.
“Kami mengingatkan insiden kecelakaan dapat berdampak pada citra pariwisata Pulau Lombok,” tegasnya.
Dalam waktu dekat, pihaknya juga tengah melakukan verifikasi alur pelayaran bersama KUPP Benoa sebagai bagian dari rencana penambahan trip kapal.
Dari sisi pelaku usaha, perwakilan PT Lombok Paradise Villas Michael Schwartz, menyampaikan sebagian pelanggaran terjadi akibat ketidakpatuhan konsumen, meskipun telah diberikan arahan sebelumnya.
Untuk itu, pihaknya mengusulkan sejumlah langkah mitigasi, seperti penggunaan alat komunikasi seperti HT dan speaker, kontrak pemakaian bagi konsumen, pemasangan tanda atau simbol batas, serta penempatan petugas pengawas di area perbatasan.
Selanjutnya, perwakilan PT Rizky Pratama Lombok, Ari, meminta kejelasan terkait batas wilayah alur pelayaran serta kewenangan pengelolaan area operasional jetski. “Ini penting bagi kami,” ujarnya.
Ia juga menyoroti adanya pelaku usaha dari luar kawasan yang diduga masuk dan beroperasi di wilayah Pelabuhan Senggigi tanpa kesepakatan bersama.
Baca Juga: Bupati Bambang Buka Gerbang Wisata Hiu Paus Soro, Jadi Magnet Baru Pariwisata di Dompu
Sebagai tindak lanjut, rapat menghasilkan sejumlah kesepakatan penting. Kepala DPMPTSP NTB Irnadi Kusuma memeberkan, adanya kewajiban pelaku usaha untuk memperkuat manajemen risiko operasional, termasuk penyediaan alat komunikasi, kontrak penggunaan, dan pengawasan di lapangan.
“Kami meminta Dishub Lobar, segera menetapkan dan mensosialisasikan batas wilayah alur pelayaran sebagai acuan yang jelas bagi seluruh pihak,” tegasnya.
Para pelaku usaha juga diwajibkan membuat surat pernyataan bermaterai, sebagai bentuk komitmen untuk tidak beroperasi di area alur pelayaran.
Di sisi lain, pengawasan terpadu akan diperkuat oleh DPMPTSP NTB bersama instansi terkait, termasuk Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Ekraf) serta Dishub NTB, guna memastikan kepatuhan terhadap perizinan dan keselamatan operasional.
“Kami berharap, dari rapat ini tercipta koordinasi yang lebih solid antar instansi dan pelaku usaha, jadi aktivitas wisata air di kawasan Senggigi berjalan aman, tertib, dan ini mendukung citra pariwisata NTB,” tandas Irnadi.
Editor : Akbar Sirinawa