LombokPost-PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok menyatakan kesiapannya untuk menyukseskan operasional penerbangan jemaah haji Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2026.
Sebanyak 15 kelompok terbang (kloter) dijadwalkan akan diberangkatkan melalui gerbang udara satu-satunya di Pulau Lombok tersebut.
Baca Juga: Trafik BIZAM Lombok Tumbuh Pesat
Berikut daftar lengkap jadwal keberangkatan Haji 2026 via BIZAM Lombok:
Kloter 1 tanggal 22 April 2026, Lombok Timur
Kloter 2 tanggal 23 April 2026, Lombok Tengah
Kloter 3 tanggal 24 April 2026, Lombok Barat
Kloter 4 tanggal 25 April 2026, Kabupaten Bima
Kloter 5 tanggal 27 April 2026, Kota Mataram
Kloter 6 tanggal 28 April 2026, Lombok Timur
Kloter 7 tanggal 30 April 2026, Lombok Tengah
Kloter 8 tanggal 1 Mei 2026, Lombok Barat
Kloter 9 tanggal 3 Mei 2026, Lombok Timur
Kloter 10 tanggal 4 Mei 2026, Kota Mataram
Kloter 11 tanggal 5 Mei 2026, Kab. Bima, Kota Bima, Dompu
Kloter 12 tanggal 7 Mei 2026, Lombok Tengah & Lombok Timur
Kloter 13 tanggal 8 Mei 2026, KLU, KSB, Kota Bima
Kloter 14 tanggal 9 Mei 2026, Sumbawa & Kab. Bima
Kloter 15 tanggal 10 Mei 2026, Gabungan Seluruh Kab/Kota
General Manager BIZAM Lombok, Aidhil Philip Julian mengungkapkan, seluruh persiapan telah dimatangkan untuk melayani keberangkatan tamu Allah ini.
Berdasarkan jadwal, pemberangkatan akan dimulai pada Rabu, 22 April hingga puncaknya pada Minggu, 10 Mei 2026.
"Pada penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, BIZAM akan melayani keberangkatan jemaah haji Provinsi NTB yang terbagi dalam 15 kloter. Kami telah melakukan persiapan maksimal guna menjamin kenyamanan dan keamanan jemaah," ujar Aidhil.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Lombok Tengah Ditargetkan Beroperasi 2027
Sebanyak 15 kloter tersebut akan dilayani sepenuhnya oleh maskapai Garuda Indonesia. Menariknya, penerbangan ini dibagi menjadi dua fase tujuan, Kloter 1 hingga 11 terbang langsung menuju Madinah. Kloter 12 hingga 15 terbang menuju Jeddah.
Adapun jadwal keberangkatan per kabupaten/kota diawali oleh Kabupaten Lombok Timur (Kloter 1) pada 22 April, diikuti jemaah dari Lombok Tengah (23 April), dan Lombok Barat (24 April) dan seterusnya.
Seluruh daerah di NTB, mulai dari Pulau Lombok hingga Pulau Sumbawa, telah terakomodasi dalam jadwal ketat selama hampir tiga pekan tersebut.
Demi meminimalkan kendala di lapangan, manajemen bandara telah melakukan simulasi operasional embarkasi dan debarkasi pada Rabu (15/4) lalu.
Baca Juga: Konektivitas Kian Kuat, TransNusa Buka Akses Baru Lombok-Jakarta
Simulasi ini mencakup pengecekan kesiapan personel, fasilitas terminal, prosedur operasional, hingga skema rencana kontingensi jika terjadi kondisi darurat.
"Hasil simulasi menunjukkan bahwa seluruh infrastruktur dan fasilitas BIZAM Lombok dalam kondisi siap dan mumpuni," tegas Aidhil.
Koordinasi intensif juga terus dijalin dengan berbagai stakeholder terkait, mulai dari Otoritas Bandara Wilayah IV, Kementerian Agama, TNI/Polri, Imigrasi, Bea Cukai, hingga Balai Kekarantinaan Kesehatan.
"Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik untuk mendukung kelancaran perjalanan jemaah haji, mulai dari keberangkatan hingga nanti kepulangan ke Tanah Air," tutupnya.
Editor : Akbar Sirinawa