Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dua JCH Kloter 1 Lombok Timur Masuk Rumah Sakit Jelang Keberangkatan ke Tanah Suci

Yuyun Kutari • Selasa, 21 April 2026 | 11:11 WIB
JCH Kloter 1 asal Lombok Timur saat menjalani pemeriksaan kesehatan lanjutan, di UPT Asrama Haji Embarkasi Lombok, Selasa (21/4). (YUYUN/LOMBOK POST).
JCH Kloter 1 asal Lombok Timur saat menjalani pemeriksaan kesehatan lanjutan, di UPT Asrama Haji Embarkasi Lombok, Selasa (21/4). (YUYUN/LOMBOK POST).

LombokPost-Dua jamaah calon haji (JCH) Kloter pertama asal Lombok Timur, terpaksa dirujuk ke RSUD NTB, setibanya di UPT Asrama Haji Embarkasi Lombok, Selasa (21/4).

Penanggung Jawab Pemeriksaan Kesehatan JCH NTB di UPT Asrama Haji Embarkasi Lombok Suparlan menjelaskan rinciannya.

Satu JCH perempuan usia 55 tahun, dirujuk karena alasan faktur yakni mengalami patah leher pinggang. Karena setibanya di asrama haji, yang bersangkutan telah menggunakan kursi roda.

Baca Juga: 5.798 JCH NTB Siap Diberangkatkan, Layanan Haji di Madinah dan Makkah Siap 100 Persen

Berdasarkan informasi yang diterimanya, JCH tersebut tidak terjatuh di asrama haji, melainkan saat beraktivitas di masjid di daerah asalnya.

“Bukan kepleset saat masuk asrama haji, tapi kejadiannya dua hari sebelum masuk asrama. Informasinya jatuh di masjid, kemudian mengalami cedera di bagian pinggang,” ujarnya.

Sementara itu, satu JCH laki-laki berusia 85 tahun, juga dirujuk ke RSUP NTB setelah petugas kesehatan, menemukan kondisi anemia sedang saat pemeriksaan kesehatan lanjutan di asrama haji. 

“Kalau anemia, beliau kondisinya lesu dan lemas. Dari hasil pemeriksaan di asrama, yang bersangkutan terdeteksi anemia sedang, sehingga kami rujuk agar kondisinya benar-benar fit sebelum keberangkatan,” katanya.

Menurutnya, langkah rujukan dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan JCH tetap stabil sebelum menjalani perjalanan panjang menuju Tanah Suci.

Baca Juga: 80 Persen Lebih Jamaah Berisiko Tinggi, Penyakit Campak Jadi Ancaman Tambahan

Suparlan menegaskan khusus untuk JCH yang mengalami cedera pinggang, kepastian terkait keberangkatannya bersama kloter pertama masih menunggu hasil observasi tim dokter RSUP NTB.

"Kami masih menunggu hasil observasi dari tim dokter rumah sakit untuk memastikan apakah yang bersangkutan layak terbang atau tidak,” jelasnya.

Pihak Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Mataram memastikan akan terus berkoordinasi dengan pihak RSUP NTB hingga menjelang jadwal pelepasan jemaah, sehingga keputusan akhir terkait kelayakan terbang dapat segera ditetapkan sebelum keberangkatan. 

Editor : Akbar Sirinawa
#Haji #Embarkasi lombok #jamaah calon haji (jch) #Asrama Haji #Lombok Timur