Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bappelkes Mataram Dorong Pelatihan Penyelamatan Jantung bagi Warga Awam: Ikhtiar Kejar Angka Harapan Hidup NTB Tembus 75 Tahun

Nurul Hidayati • Minggu, 26 April 2026 | 23:39 WIB
Simulasi Resusitasi Jantung Paru (RJP), bagi masyarakat awam di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Simulasi Resusitasi Jantung Paru (RJP), bagi masyarakat awam di Nusa Tenggara Barat (NTB).

LombokPost - Balai Pelatihan Kesehatan (Bappelkes) Mataram Kemenkes RI melakukan terobosan dalam penguatan kapasitas masyarakat menghadapi situasi darurat medis.

Tidak hanya menyasar tenaga medis, Bappelkes kini mulai masif memberikan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), khususnya Resusitasi Jantung Paru (RJP), bagi masyarakat awam di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala Bappelkes Mataram Kemenkes RI, Ali Wardana, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan implementasi dari UU No. 17 Tahun 2023.

Baca Juga: Berhasil Meningkatkan Kualitas Layanan Publik, Bapelkes Mataram Raih Penghargaan PEKPPP Mandiri 2024

Fokusnya adalah memberikan kemahiran pertolongan pertama kepada publik, baik dalam situasi bencana maupun kondisi medis darurat sehari-hari seperti serangan stroke atau kecelakaan lalu lintas.

Pentingnya Peran Masyarakat Awam

"Pertolongan pertama tidak harus menunggu tenaga medis. Masyarakat awam harus bisa memberikan bantuan hidup dasar. Inilah yang kita kuatkan lewat simulasi kolaboratif bersama BPBD, Dinas PU, dan Dinas Kesehatan," ujar Ali Wardana di sela kegiatan simulasi kebencanaan di Mataram (26/4).

Baca Juga: Ali Wardana Pimpin Asosiasi Bapelkes Indonesia

Upaya ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur NTB yang menyarankan agar pelatihan serupa diberikan kepada perwakilan di seluruh dinas lingkup Pemerintah Provinsi NTB.

Tujuannya jelas: membangun kesadaran kolektif agar setiap lini masyarakat memiliki kesiapan yang sama dalam menyelamatkan nyawa.

Lebih dari sekadar keterampilan teknis, Ali menegaskan bahwa penguatan kapasitas ini memiliki korelasi langsung dengan angka kualitas hidup di NTB.

Baca Juga: Bapelkes Mataram Berhasil Latih 4.490 Tenaga Kesehatan

Misi Besar: Meningkatkan Usia Harapan Hidup

Saat ini, angka usia harapan hidup di NTB berada di kisaran 70 tahun, naik dari angka sebelumnya di 69 tahun.

"Harapan kita, angka usia harapan hidup di NTB bisa tembus di atas 75 tahun, menyamai provinsi lain seperti Yogyakarta atau kota-kota besar di Indonesia. Kita ingin mencegah kecacatan permanen hingga kematian melalui pertolongan pertama yang tepat," tambahnya.

Kolaborasi Global lewat SIMPACT

Dalam menjalankan program manajemen bencana ini, Bappelkes Mataram juga didukung oleh Capacity Building for Training of Disaster Management in the Indonesian Health System Project atay Proyek SIMPACT, organisasi pelaksana dari Yonsei University yang fokus pada penguatan kapasitas disaster management. Melalui konsep Penta Helix, Bappelkes berperan sebagai penyedia tenaga ahli (perawat dan dokter) untuk membimbing masyarakat hingga kader di desa.

"Jika semua lini, mulai dari dinas hingga kader, paham cara melakukan resusitasi jantung paru yang benar, maka NTB akan menjadi tempat yang jauh lebih aman dan nyaman untuk ditinggali," pungkas Ali.

Editor : Redaksi
#kesehatan NTB #Bappelkes Mataram #Resusitasi Jantung Paru #Bantuan Hidup Dasar #Mitigasi Bencana