Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gunung Tambora Diusulkan Jadi UGGp, NTB Bergegas Lengkapi Dokumen

Yuyun Kutari • Selasa, 28 April 2026 | 11:41 WIB
DAYA TARIK: Salah satu sudut Gunung Tambora yang indah. (IVAN/LOMBOK POST)
DAYA TARIK: Salah satu sudut Gunung Tambora yang indah. (IVAN/LOMBOK POST)

LombokPost-Pemprov NTB mendorong Geopark Nasional Tambora naik kelas menjadi UNESCO Global Geopark (UGGp). Hal ini menyusul surat Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) kepada Bappeda NTB pada 1 April lalu mengenai seleksi kandidat aspiring UGGp.

“Surat resmi kami terima dari pusat,” terang General Manager Geopark Nasional Tambora Makdis Sari, Senin (27/4).

Bappeda kemudian menggelar diskusi dengan pihak terkait, dan sampai pada kesimpulan untuk berjuang dalam rencana besar ini. “Semua sepakat untuk maju,” ujarnya. 

Baca Juga: Mohan Dorong Mayura Jadi Situs Geopark Nasional

Pada 10 April, Bappeda NTB mengirimkan surat pernyataan kesiapan kandidat Aspiring UGGp. Dalam proses seleksi nasional, Gunung Tambora bersaing dengan sejumlah geopark lain di Indonesia. 

Dari total 11 geopark nasional yang mengikuti seleksi, hanya empat yang berhasil lolos tahap penyaringan, yakni Geopark Tambora, Maninjau, Sawahlunto, dan Natuna. “Dari empat ini nanti akan dipilih dua geopark yang mewakili Indonesia ke UNESCO,” jelas Makdis.

Makdis memaparkan sejumlah poin kuat mengapa Geopark Tambora harus diusulkan menjadi UGGp. Dilihat dari nilai internasional yang tidak dimiliki gunung api aktif lainnya di Indonesia.

Tambora memiliki keunikan geologi pada aspek deliniasi wilayahnya. Di dalam kawasan Geopark Tambora, terdapat Gunung Api Soromandi yang memiliki karakteristik high alkali. Kehadiran dua gunung api dengan tingkat alkali tinggi dalam satu kawasan ini diklaim sebagai fenomena langka di dunia.

“Inilah yang menjadi international value dari Geopark Tambora. Kita punya dua gunung api dengan ciri-ciri tingkat alkali tinggi yang mungkin hanya satu-satunya di dunia,” terangnya.

Baca Juga: Pemprov NTB Komitmen Kembangkan Pariwisata Kawasan Geopark Rinjani, Pentingnya Konservasi Berkelanjutan

Dari sisi nilai ilmiah, Tambora memiliki international geological value yang sangat kuat dan bahkan lebih unggul dibanding banyak geopark nasional lainnya. Letusan Tambora tahun 1815 merupakan salah satu peristiwa vulkanik terbesar di dunia, yang memicu fenomena global The Year Without Summer di Eropa. Serta menyebabkan gagal panen dan perubahan sosial yang luas. 

Kemudian, keunikan geologi lain yang dimiliki Tambora adalah Doro Binte yang merupakan gunung sinder. Pulau Satonda, gunung api purba yang telah meletus dua kali dan memiliki usia lebih tua dari Tambora.  

Danau Satonda yang menyimpan stromatolit, tumbuhan purba yang hanya ditemukan di dua lokasi di dunia, yakni Australia dan Tambora. Nilai-nilai tersebut menjadi keunggulan besar Tambora dalam memenuhi kriteria geopark berskala internasional. “Tambora itu sebenarnya sudah mendunia sejak dulu,” ujarnya.

Selain keunggulan geologi, kawasan Tambora juga dinilai strategis dari berbagai aspek. Mulai dari kepentingan ekonomi, fungsi daya dukung lingkungan, hingga potensi pembangunan berkelanjutan. 

Kawasan ini juga memiliki integrasi kuat antara keanekaragaman geologi, hayati, dan budaya, serta telah menjadi objek penelitian bertaraf internasional. Status kawasan seperti Taman Nasional Tambora, Taman Nasional Moyo Satonda, serta Cagar Biosfer Samota yang semakin memperkuat posisi Tambora sebagai kandidat geopark kelas dunia.

“Di sisi lain, masyarakat sekitar juga telah merasakan manfaat langsung melalui sektor pariwisata, konservasi, dan edukasi,” katanya. 

Baca Juga: Gubernur NTB Blak-blakan di Bappenas: Geopark Gunung Rinjani Bukan Sekadar Alam, Tapi 'Gudang' 10 Subkultur Sasak

Saat ini, Bappeda NTB dan pihak terkait tengah mengumpulkan dokumen yang diajukan dalam proses pengusulan. Ada surat rekomendasi gubernur, laporan perkembangan Geopark Nasional Tahun 2025, serta Form A UGGp yang merujuk pada formulir evaluasi diri atau self-evaluation checklist yang digunakan oleh calon kawasan untuk menjadi UGGp.

Turut disertakan pula Rencana Induk Geopark dan 101 Self-Evaluation Checklist for UGGp, sebagai bagian dari kelengkapan persyaratan yang harus dipenuhi. Batas akhir penyampaian dokumen ke Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) pada 30 April mendatang. “Insyaallah ini bisa kita kejar,” tandasnya. 

Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Bappeda NTB Iskandar Zulkarnain mengatakan revalidasi dan peningkatan status Geopark Nasional Tambora menjadi UGGp menjadi langkah strategis. Terutama dalam memperkuat posisi Tambora di kancah internasional.

“Revalidasi dan peningkatan status geopark merupakan agenda penting yang membutuhkan sinergi lintas sektor,” tegasnya. 

Bappeda NTB telah menggelar rapat koordinasi lintas sektor, untuk membahas hal ini. Seluruh pihak harus berkomitmen menyiapkan data dan dukungan yang dibutuhkan guna memenuhi standar yang ditetapkan UNESCO.  

Ia juga memaparkan pengalaman pengelolaan geopark di Indonesia, termasuk keberhasilan Geopark Rinjani yang telah lebih dahulu menyandang status UGGp.

Juga menunjukkan progres pengelolaan yang baik, baik dari sisi kelembagaan, sumber daya manusia (SDM), hingga pengembangan destinasi. “Pengalaman ini kita jadikan referensi dalam memperkuat pengelolaan Geopark Nasional Tambora,” katanya. 

Baca Juga: Dukungan Pemda NTB Dinilai Krusial Agar Tambora jadi Bagian UNESCO Global Geopark

Iskandar menekankan pentingnya kontribusi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov NTB, dalam melengkapi data dukung. Baik berupa program kegiatan yang telah dilaksanakan maupun rencana pengembangan ke depan. 

Data tersebut akan menjadi bagian penting dalam proses evaluasi oleh tim nasional dan internasional. Melalui kerja sama yang solid, pihaknya optimis Geopark Nasional Tambora dapat memenuhi seluruh kriteria dan berhasil meraih status UGGp.

“Ini bukan hanya kebanggaan daerah, tetapi juga peluang besar untuk meningkatkan daya saing pariwisata dan ekonomi NTB,” pungkasnya. 

Editor : Jelo Sangaji
#unesco #Tambora #unesco global geopark #NTB #Pemprov NTB