Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Desa Miskin Ekstrem Dapat Distribusi Hewan Kurban Pemprov NTB

Yuyun Kutari • Rabu, 6 Mei 2026 | 07:16 WIB
SIAP POTONG: Kambing yang dijajakan di salah satu sudut Kota Mataram untuk kegiatan kurban Iduladha, Selasa (5/5). (IVAN/LOMBOK POST)
SIAP POTONG: Kambing yang dijajakan di salah satu sudut Kota Mataram untuk kegiatan kurban Iduladha, Selasa (5/5). (IVAN/LOMBOK POST)

LombokPost - Pemprov NTB menyiapkan 50 ekor sapi dan 50 ekor kambing untuk hewan kurban tahun ini.

“Ini disebar ke seluruh kabupaten/kota sesuai dengan permintaan dari masyarakat, kemudian juga arahan dari pimpinan,” terang Kepala Biro Kesra Setda NTB H Amir, Selasa (5/5). 

Selain itu, hewan kurban ini juga disebar ke wilayah yang masuk kategori miskin ekstrem, khususnya di 40 desa berdaya. Amir menegaskan bantuan ini berada di luar program bantuan sapi kurban dari Presiden Prabowo.

Baca Juga: Warga Mataram Tak Perlu Khawatir, Distan Jamin Kesehatan Hewan Kurban Melalui Skrining Ketat

Khusus bantuan presiden, lokasi dan penerima telah ditentukan masing-masing kabupaten/kota, termasuk penetapan lokasi di tingkat provinsi.

Dari sisi manfaat, setiap sapi yang disalurkan diperkirakan memiliki bobot antara 250 hingga 300 kilogram (kg). Dengan berat tersebut, jumlah penerima manfaat bisa dihitung berdasarkan estimasi distribusi daging per kg. “Itu bisa dikalkulasikan berapa banyak masyarakat yang akan menerima,” katanya. 

Sementara itu, untuk distribusi di Islamic Center NTB, pihaknya belum dapat memastikan jumlah hewan kurban yang akan disalurkan. Tahun ini, Pemprov NTB bekerja sama dengan Baznas NTB serta Masjid Hubbul Wathan.

Biro Kesra Setda NTB masih melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD) dan BUMN/BUMD, dalam rangka pengumpulan hewan kurban. “Kami masih menyampaikan informasi dan permohonan,” terang mantan sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB ini.

Baca Juga: Presiden Prabowo Sebar 11 Sapi Kurban untuk NTB

Terkait pengadaan hewan kurban, Amir memastikan seluruh sapi dan kambing diperoleh dari peternak lokal. Dengan memperhatikan standar kesehatan, usia, serta kelayakan sebagai hewan kurban. 

Selain sapi dengan bobot standar 250-300 kg, Pemprov NTB juga menyediakan beberapa sapi dengan bobot lebih besar, bahkan mencapai 750 hingga 900 kg. Namun, bobot tersebut masih berada di bawah sapi bantuan Presiden yang disebut sebagai yang terbesar di daerah.

“Ada juga sapi eksotik yang tidak terlalu besar, dan beberapa yang di atas 750 sampai 900 kilo. Tapi tetap di bawah berat sapi bantuan Presiden, karena itu memang yang terbesar dan terberat,” tambahnya. 

Program pengadaan hewan kurban ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan total anggaran lebih dari Rp 1 miliar.

“Harapannya, distribusi hewan kurban ini dapat membantu masyarakat, terutama di wilayah yang membutuhkan, sekaligus memperkuat semangat berbagi pada momen Iduladha ini,” tandas Amir. 

Baca Juga: Sapi Asal Lombok Utara Masuk Radar Kurban Presiden Prabowo

Kepala Disnakkeswan NTB Muhamad Riadi menegaskan dalam proses pemeriksaan hewan kurban, aspek utama yang menjadi perhatian adalah kesehatan secara menyeluruh melalui pemeriksaan fisik.

Hewan kurban wajib dalam kondisi sehat dan tidak menunjukkan gejala penyakit. “Dilihat fisiknya, dicermati sama teman-teman sehingga memenuhi syarat sebagai hewan kurban. Tak boleh hewannya sakit,” tegasnya. 

Editor : Prihadi Zoldic
#desa berdaya #sapi #iduladha #hewan kurban #Pemprov NTB