Massa aksi yang tergabung dalam Front Mahasiswa Nasional (FMN) Cabang Mataram dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Mataram mulai memadati area depan gerbang Kantor Gubernur sejak pagi hari.
Baca Juga: Pemprov NTB Gelar Karpet Merah untuk Investor Sektor Non Tambang
Kedatangan mereka bertujuan untuk menyuarakan sejumlah isu krusial dalam momentum lanjutan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) serta Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
Dalam orasinya, para mahasiswa menuntut pemerintah untuk lebih memperhatikan sektor pendidikan dan ketenagakerjaan.
Beberapa poin utama yang disampaikan meliputi tuntutan pengadaan pendidikan gratis yang merata serta penguatan perlindungan terhadap hak-hak kaum buruh di wilayah NTB.
"Aksi ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap isu-isu kerakyatan, khususnya terkait akses pendidikan dan kesejahteraan pekerja," ujar salah satu orator di lapangan.
Pendekatan Humanis dan Persuasif
Menghadapi ratusan pendemo, Satpol PP NTB bersama jajaran kepolisian menerapkan strategi pengamanan humanis.
Nunung Triningsih menegaskan bahwa pihaknya menginstruksikan seluruh personel untuk mengedepankan pendekatan persuasif. Hal ini dilakukan agar stabilitas keamanan tetap terjaga tanpa mencederai hak warga negara dalam berpendapat di muka umum.
"Fokus kami adalah memastikan bahwa penyampaian pendapat ini tetap berada di koridor ketentuan yang berlaku. Kami menjaga agar pelayanan publik di dalam kantor tidak terganggu, namun di sisi lain, kami juga menghormati hak mahasiswa untuk bersuara," jelas Nunung di sela-sela kegiatan pengamanan.
Sinergi Berujung Kondusif
Situasi yang sempat memanas mulai mereda saat perwakilan dari Pemerintah Provinsi NTB, yakni Asisten I Setda Provinsi NTB, turun langsung menemui para pendemo.
Kehadiran pejabat teras tersebut dimanfaatkan mahasiswa untuk berdialog dan menyerahkan secara langsung tuntutan mereka.
Setelah aspirasi diterima, massa aksi berangsur-angsur membubarkan diri dengan tertib dan damai.
Keberhasilan pengamanan ini mencerminkan sinergi yang solid antara Satpol PP Provinsi NTB, aparat kepolisian, dan peserta aksi dalam menjaga ketertiban umum.
Hingga sore hari, kondisi di sekitar Jalan Pejanggik dan area Kantor Gubernur NTB dilaporkan kembali normal dan kondusif.
Penjagaan ketat yang dipimpin langsung oleh Kasat Pol PP NTB ini pun menuai apresiasi sebagai wujud kehadiran negara dalam mengawal demokrasi dengan cara-cara yang santun dan profesional.
Editor : Siti Aeny Maryam