LombokPost - Pelantikan Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Nusa Tenggara Barat periode terbaru tidak hanya menjadi agenda organisasi biasa. Kepengurusan baru ISNU NTB justru diwarnai keterlibatan banyak unsur strategis daerah, mulai birokrat, pimpinan DPRD, akademisi, pengusaha, hingga politisi lintas partai.
Ketua PW ISNU NTB, Zamroni Aziz, mengatakan antusiasme pembentukan kepengurusan ISNU di tingkat kabupaten dan kota sudah terlihat bahkan sebelum pelantikan resmi digelar.
“Alhamdulillah sebelum kami dilantik, seluruh kabupaten kota sudah luar biasa gemuruhnya. Kami sudah menyiapkan ketua-ketua cabang yang hebat-hebat,” ujarnya.
Menurut Zamroni, struktur kepengurusan ISNU di berbagai daerah diisi tokoh-tokoh dengan latar belakang beragam dan memiliki posisi strategis di daerah masing-masing.
Ia menyebut di Kabupaten Lombok Utara, kepengurusan dipimpin seorang sekretaris daerah, sementara di Kabupaten Bima dipimpin Ketua DPRD setempat.
“ISNU hari ini mengakomodir seluruh unsur di dalamnya. Ada birokrat, akademisi, pengusaha, politisi, dan tokoh masyarakat,” katanya.
Tidak hanya itu, sejumlah tokoh politik dari berbagai partai juga ikut bergabung dalam kepengurusan ISNU NTB. Mulai dari unsur Partai Golkar, PDI Perjuangan, PPP, NasDem, hingga Partai Bulan Bintang.
Menurut Zamroni, keberagaman tersebut menunjukkan ISNU hadir sebagai rumah besar intelektual Nahdliyin yang terbuka bagi seluruh kalangan tanpa melihat latar belakang profesi maupun afiliasi politik.
“Yang disatukan di sini adalah semangat pengabdian dan kontribusi untuk masyarakat,” ujarnya.
Selain unsur birokrasi dan politik, kalangan akademisi juga menjadi kekuatan besar dalam struktur ISNU NTB.
Baca Juga: Jusuf Kalla Dinobatkan sebagai Bapak Rekonsiliasi Nasional di ISNU Award 2025
Sejumlah dosen dan civitas akademika dari berbagai perguruan tinggi di NTB disebut telah bergabung. Di antaranya dari Universitas Mataram, UIN Mataram, Universitas Nahdlatul Wathan, Universitas Islam Al-Azhar, Universitas Pendidikan Mandalika, hingga Universitas Gunung Rinjani.
Zamroni menilai kolaborasi lintas unsur tersebut menjadi modal penting bagi ISNU untuk memperkuat kontribusi organisasi dalam pembangunan daerah.
“Kami yakin ketika bergabung bersama-sama, maka ISNU akan mampu berbuat untuk daerah, bangsa, dan negara,” tegasnya.
Ia mengatakan setelah pelantikan, fokus utama organisasi adalah memperkuat konsolidasi dan penataan struktur ISNU hingga tingkat daerah agar lebih solid dan aktif menjalankan program pengabdian.
Menurutnya, keberadaan ISNU tidak hanya sekadar menjalankan struktur organisasi, tetapi juga menjadi ruang pengabdian intelektual Nahdliyin dalam kehidupan sosial, pendidikan, dan pembangunan masyarakat.
Baca Juga: Pertamina Tambah 89 Ribu Tabung LPG 3 Kg di NTB Selama Long Weekend, Warga Diminta Tak Panic Buying
“Banggalah menjadi bagian dari NU karena NU ikut mendirikan republik ini. Maka kami yakin semuanya akan penuh kebahagiaan dunia dan akhirat,” tutupnya.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin