LombokPost – Ada yang unik dan istimewa dalam malam penutupan Karya Kreatif Nusa Tenggara Barat (KKNTB) 2026 yang berlangsung di Lombok Epicentrum Mall (LEM), Minggu malam (17/5).
Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTB sukses memukau ratusan pengunjung lewat pergelaran seni yang menampilkan tujuh tarian tradisional nusantara yang selama ini menghiasi sisi belakang uang kertas Rupiah.
Ketujuh tarian tersebut dihadirkan secara apik di atas panggung, merepresentasikan kekayaan budaya dari berbagai penjuru tanah air sesuai nilai nominalnya, mulai dari tarian tradisional di Indonesia.
Baca Juga: Pengusaha Kian Tertekan, Rupiah Tembus Rp 17.500 Per Dolar AS Empat Bulan, 40 Ribu Pekerja Kena PHK
Nominal Rp1.000: Tari Tifa (Papua & Maluku). Nominal Rp2.000: Tari Piring (Sumatera Barat). Nominal Rp5.000: Tari Gambyong (Jawa Tengah). Nominal Rp10.000: Tari Pakarena (Sulawesi Selatan). Nominal Rp20.000: Tari Gong (Kalimantan Timur). Nominal Rp50.000: Tari Legong (Bali). Nominal Rp100.000: Tari Topeng Betawi (DKI Jakarta).
Penampilan teatrikal dan koreografi yang anggun dari para penari berhasil membuat para pengunjung mall terkesima.
Selain menghibur, pertunjukan ini juga menjadi sarana edukasi cinta bangga paham Rupiah yang sangat efektif bagi masyarakat.
Rani Maharani, salah seorang pengunjung LEM asal Kota Mataram, mengaku sangat kagum dengan pertunjukan tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa kehadiran pementasan ini memberikan wawasan baru yang selama ini luput dari perhatian saat bertransaksi sehari-hari.
"Jujur saya baru tahu kalau tarian-tarian tradisional yang dipentaskan ini adalah tarian yang ada di lembaran uang kertas Rupiah kita. Penampilannya sangat keren dan bikin merinding, cara edukasi dari Bank Indonesia NTB ini benar-benar kreatif," ujar Rani dengan antusias.
RBaca Juga: Dana Stabilitas Obligasi Dihidupkan Lagi, Langkah Pemerintah Jaga Stabilitas Rupiah
Melalui pergelaran seni ini, Bank Indonesia tidak hanya menutup rangkaian KKNTB 2026 dengan kemeriahan.
Tetapi juga berhasil menanamkan rasa nasionalisme dan kecintaan masyarakat terhadap identitas budaya bangsa yang melekat pada mata uang fungsional Republik Indonesia ini.
Editor : Redaksi Lombok Post Online