Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Polda NTB Ungkap Pratik Curang, Beras SPHP Dioplos Jadi Beras Mahal

Yuyun Kutari • Jumat, 22 Mei 2026 | 06:45 WIB
BAHAN POKOK: Seorang pedagang menjelaskan harga beras SPHP dan produk Minyak Kita, di hadapan TPID NTB saat melakukan sidak di Pasar Induk Mandalika, Kamis (21/5). (YUYUN/LOMBOK POST)
BAHAN POKOK: Seorang pedagang menjelaskan harga beras SPHP dan produk Minyak Kita, di hadapan TPID NTB saat melakukan sidak di Pasar Induk Mandalika, Kamis (21/5). (YUYUN/LOMBOK POST)

LombokPost - Pengawasan harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Induk Mandalika, Kamis (21/5), turut menyoroti rawan kecurangan dalam distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Kasubdit I Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Muhammad Nasrullah mengatakan pihak kepolisian sebelumnya, telah melakukan penindakan terhadap kasus beras SPHP yang diduga disalahgunakan oleh oknum tertentu.

“Beras juga sering menjadi langganan permainan oknum,” tegasnya. 

Beras yang seharusnya dijual sesuai ketentuan, justru ditemukan telah dioplos dalam bentuk distribusi ulang yang tidak sesuai aturan.

Baca Juga: Jeritan Petani dan Harapan Warga Mataram: Beras SPHP Laris Manis, Bagaimana Nasib Gabah Lokal?

Untuk beras, seperti kejadian sebelumnya, aparat kepolisian telah melakukan penindakan. Ditemukan satu kasus beras SPHP yang kemasannya dibuka, kemudian dijual kembali tanpa merek, bahkan dengan harga yang justru dinaikkan.

“Beras SPHP dibuka kemasannya, kemudian dijual kembali tanpa merek. Justru dinaikkan harganya,” kata dia.

Ia memaparkan, beras tersebut berasal dari Bulog yang disalurkan melalui sejumlah agen mitra. Namun, dalam praktiknya, beras dari beberapa mitra Bulog itu dikumpulkan menjadi satu oleh oknum tertentu, lalu dikemas ulang dan dipasarkan kembali dengan harga yang tidak sesuai ketentuan. 

“Diambil dari agen beberapa mitra Bulog, kemudian dikumpulkan jadi satu sama oknum tersebut, dan kami sudah melakukan penyelidikan dan sudah di tahap satu, mudah-mudahan segera tahap dua,” jelasnya.

Nasrullah menyampaikan praktik semacam itu tidak diperbolehkan, dan jelas melanggar aturan karena harga beras SPHP sudah ditetapkan sesuai ketentuan, hingga ke tingkat pengecer. 

Baca Juga: Beras SPHP Jadi Penyelamat Dompet Masyarakat Kecil, Bulog Pastikan Stok Aman Sepanjang Tahun

Diketahui, harga beras SPHP di tingkat pengecer di NTB berada di kisaran Rp 12.000 hingga Rp12.500 per kilogram (kg). Untuk kemasan standar Bulog lima kg, beras ini dijual dengan harga Rp 60.000 hingga Rp 62.500.

“Tidak boleh ada praktik kemas-kemas ulang seperti itu, karena harga yang di SPHP sesuai dari Bulog, itu harganya sampai pengecer, kalau main-main kami tindak,” tandasnya.

Sementara itu, ketersediaan beras NTB, dipastikan dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Manager Pemasaran Perum Bulog NTB Kurnia Rahmawati.

Distribusi terus dilakukan setiap hari ke sejumlah pasar utama. Kurnia menjelaskan saat ini permintaan masyarakat terhadap komoditas pangan tersebut sedang tinggi. “Lagi laris-laris manisnya diserbu oleh semua masyarakat,” ujarnya. 

Ketersediaan beras masih cukup dan Perum Bulog NTB rutin mendistribusikan beras ke pasar terutama di Kebon Roek dan Mandalika. Ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan agar stabilitas pasokan tetap terjaga.

“Untuk harga Alhamdulillah terpantau sampai saat ini terjual sesuai dengan HET,” lanjutnya. 

Baca Juga: 59 Tahun BULOG, Menjaga Dapur Bangsa Tetap Berasap

Kurnia juga menegaskan kondisi stok di gudang Bulog dalam keadaan sangat aman untuk jangka panjang. Bahkan, ketahanan stok beras dapat mencukupi kebutuhan hingga dua tahun ke depan. 

Dengan kondisi tersebut, Perum Bulog NTB memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pangan pokok.

“Jadi kalau untuk beras kita amannya bahkan sampai 2 tahun, saat ini stok yang tersedia di kami itu ada sekitar 200 ribu ton. Jadi memang sangat aman,” tandasnya.

Editor : Akbar Sirinawa
#Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) #pengecer #bulog #Beras #NTB