LombokPost – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) memastikan kesiapan Unit 1 PLTU Lombok FTP-2 (2x50 MW) menuju tahapan sinkronisasi hingga operasi komersial. Kepastian itu menyusul keberhasilan pelaksanaan Safety Valve Test atau Popping Test pada Rabu (20/5).
Pengujian dilakukan oleh Unit Pelaksana Proyek (UPP) Nusra 1 sebagai bagian dari tahapan penting sebelum pembangkit memasuki proses operasi. Safety Valve Test bertujuan memastikan katup pengaman pada sistem boiler bekerja otomatis sesuai tekanan desain yang telah ditetapkan.
Asistant Manager Proyek Site PLTU Lombok FTP-2 Chandera Basuki menyampaikan, pengujian tersebut turut didampingi konsultan PLN Pusat Manajemen Proyek (Pusmanpro) guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai standar kualitas dan keselamatan.
“Ketika tekanan mencapai batas yang ditentukan, katup akan terbuka secara otomatis dan membuang uap bertekanan tinggi ke atmosfer atau sistem pembuangan. Proses terbukanya katup ini dikenal dengan istilah popping,” jelas Chandera.
Baca Juga: Pembangunan Sekolah Rakyat KLU Kejar Target Peluncuran Nasional
Ia menerangkan, safety valve menjadi perangkat proteksi utama pada sistem boiler PLTU untuk mencegah tekanan berlebih atau overpressure yang berpotensi merusak peralatan maupun membahayakan keselamatan operasi.
Sementara itu, Manager PT PLN (Persero) UPP Nusra 1 Yogi Yohannes Siburian menyebut keberhasilan pengujian tersebut turut disaksikan dan mendapat persetujuan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB.
“Dengan tercapainya milestone ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk pencapaian milestone berikutnya,” ujar Yogi.
General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra Rizki Aftarianto mengatakan pembangunan PLTU Lombok FTP-2 Sambelia kini telah memasuki tahap akhir. PLN saat ini mempercepat seluruh rangkaian pengujian agar pembangkit dapat segera beroperasi komersial.
“Pembangunan PLTU Lombok FTP-2 saat ini telah memasuki tahap akhir. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder agar proses menuju operasi dapat berjalan lancar. Harapannya, target COD tahun ini dapat terealisasi,” kata Rizki.
Menurutnya, fokus PLN saat ini adalah menyelesaikan Unit 1 agar segera berkontribusi terhadap sistem kelistrikan Lombok, sembari mempercepat penyelesaian Unit 2.
“Kami berharap Unit 1 dapat segera menghasilkan daya untuk memperkuat sistem kelistrikan Lombok. Setelah sinkronisasi, unit ini diharapkan mampu beroperasi secara andal guna mendukung kebutuhan listrik masyarakat maupun sektor produktif di NTB,” tambahnya.
PLTU Lombok FTP-2 dirancang sebagai pembangkit baseload yang akan memperkuat keandalan sistem kelistrikan Lombok. Tambahan kapasitas 2x50 MW dari pembangkit ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan listrik sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi di NTB.
Editor : Marthadi