LombokPost - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB mulai melakukan perbaikan infrastruktur rusak, akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah beberapa waktu lalu.
Bencana tersebut menyebabkan putusnya akses jalan di sejumlah lokasi. “Kita sudah tugaskan kontraktor yang tangani,” kata Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin.
Ia merinci, ada satu lokasi jalan putus yang diperbaiki di Lombok Tengah, Lombok Timur dan Bima, di Sumbawa ada lima lokasi.
Sadimin menepis anggapan bahwa penanganan pascabencana ini terkesan lambat. Menurutnya, perbaikan infrastruktur seperti jalan yang putus secara alami membutuhkan proses dan waktu pengerjaan.
Baca Juga: Bupati Lombok Tengah Janji Segera Perbaiki Jalan Wisata Kuta
Penanganan yang dilakukan BPBD bersifat darurat, yakni untuk memastikan akses masyarakat tetap dapat digunakan oleh masyarakat.
Sementara itu, perbaikan permanen dilakukan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) NTB.
“Jadi kami kerjakan sifatnya darurat supaya jalan itu bisa dilewati masyarakat, nanti konstruksi permanennya kayak Hotmix dan lain-lain nanti teman-teman PU yang ngerjakan,” beber mantan kepala Dinas PUPR NTB tersebut.
Terkait kebutuhan anggaran untuk perbaikan sejumlah jalan putus tersebut, Sadimin menyebutkan total dana yang dialokasikan menyentuh Rp 7 miliar.
Rata-rata kerusakan jalan yang ditangani pun bervariasi, mulai dari bentang dua meter dan tiga meter, hingga yang paling panjang berada di Lombok Timur sepanjang 5 meter.
Adapun batas waktu pengerjaan, Sadimin optimis seluruh target fisik yang menjadi tanggung jawab BPBD akan tuntas pada pertengahan tahun ini, tepatnya pada masa transisi darurat. “Kami targetkan Juli sudah rampung,” kata Sadimin.
Baca Juga: Kemantapan Jalan Provinsi 75,5 Persen, Dinas PUPRPKP NTB Sebut Titik Kritis Jadi Fokus Perbaikan
Proses pemantauan di lapangan tetap dilakukan secara berkala untuk memastikan seluruh penanganan berjalan sesuai rencana. “Ya tetap kita monitoring,” pungkasnya.
Editor : Akbar Sirinawa