Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

BAZNAS NTB Terapkan Tiga Pola Distribusi Daging Kurban Iduladha 1447 Hijriah

Yuyun Kutari • Rabu, 27 Mei 2026 | 08:43 WIB
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (dua dari kanan) saat menyaksikan langsung pelepasan hewan kurban, usai pelaksanaan salat Iduladha 1447 Hijriah, di lapangan Bumi Gora, Mataram, Rabu (27/5). (YUYUN/LOMBOK POST)
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (dua dari kanan) saat menyaksikan langsung pelepasan hewan kurban, usai pelaksanaan salat Iduladha 1447 Hijriah, di lapangan Bumi Gora, Mataram, Rabu (27/5). (YUYUN/LOMBOK POST)

LombokPost - Pelaksanaan salat Iduladha 1447 Hijriah di Lapangan Bumi Gora Kompleks Kantor Gubernur NTB, pada Rabu (27/5), dirangkaikan dengan pengumuman resmi perolehan hewan kurban oleh BAZNAS NTB. 

Di hadapan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan ribuan jemaah, Ketua BAZNAS NTB Lalu Muhamad Iqbal Murad, mengumumkan daftar kontribusi hewan kurban dari jajaran pimpinan daerah, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov NTB, hingga instansi vertikal dan sektor swasta.

“Izinkan kami dari Baznas Provinsi NTB membacakan jumlah perolehan penghimpunan hewan kurban Iduladha 447 Hijriah,” kata Iqbal.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyumbang satu ekor sapi seberat 970 kilogram (kg), Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri yang juga menyalurkan sapi dengan berat serupa, yakni 970 kg.

Baca Juga: Pasokan Iduladha Bergerak! 12.400 Ekor Sapi Seberangi Pelabuhan Lembar Menuju Jawa, Pelindo Siapkan Skema "Buffer Area"

Sementara itu, Sekda NTB Abul Chair mengurbankan satu ekor sapi seberat 750 kg. Selain unsur pimpinan, deretan kepala OPD lingkup Pemprov NTB dan instansi mitra juga turut berkontribusi menyalurkan masing-masing satu ekor sapi.

Di antaranya adalah kepala Kejaksaan Tinggi NTB, kepala Dinas Sosial P3A, kepala Dinas PUPRPKP, kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, kepala Dinas Perhubungan, kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Ekraf), kepala Dinas ESDM, kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, serta Inspektorat NTB. 

Kontribusi sapi juga datang dari kepala BKAD, kepala Bapenda, direktur RSUD NTB, direktur RS Mutiara Sukma, direktur RS Mata, kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram, pimpinan Wilayah Bulog NTB, direktur RS Mandalika, General Manager Angkasa Pura I, kepala Dinas LHK, serta kepala pelaksana BPBD NTB. 

Sementara itu, untuk sektor perbankan dan swasta, jajaran direksi Bank NTB Syariah menyumbangkan tiga ekor sapi, dan direktur PT Telkom Mataram menyalurkan satu ekor sapi. 

Tidak hanya sapi, BAZNAS NTB juga menghimpun hewan kurban berupa kambing dari sejumlah instansi, seperti kepala Dinas Kesehatan satu ekor, kepala Dinas PMPD DUKCAPIL dua ekor, kepala Satpol PP satu ekor, kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah satu ekor. 

Kemudian, kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa 1 ekor kambing, kepala Biro Kesejahteraan Rakyat satu ekor, General Managaer Lombok Raya tiga ekor, kepala Dinas Koperasi dan UMKM 1 ekor, serta Sayap Putih Nasional dua ekor.

Baca Juga: Rutin Tiap Tahun, Ketua DPC Gerindra Abd Rachman Sebar Sapi dan Kambing Kurban ke 6 Kecamatan

Iqbal menegaskan, seluruh hewan kurban yang terhimpun akan disalurkan dengan mengedepankan prinsip pemerataan melalui tiga pola distribusi strategis.

Pertama, diserahkan kepada sejumlah desa yang masuk kategori wilayah kemiskinan ekstrem. Kedua, didistribusikan kepada masyarakat umum melalui masjid-masjid serta organisasi sosial kemasyarakatan.

Ketiga, hewan kurban akan diolah menjadi daging kaleng siap saji untuk kemudian diberikan kepada para mustahik dan masyarakat di desa-desa dengan tingkat kemiskinan ekstrem.

Langkah inovatif pengalengan daging kurban ini diambil sebagai bentuk intervensi taktis logistik pangan ke wilayah-wilayah terpencil di NTB yang sulit dijangkau jika menggunakan daging segar.

“Dngan cara menjadikan hewan kurban setelah disembelih menjadi daging kalengan siap saji. Insyaallah nanti itu juga bisa kita lakukan banyak orkestrasi kepada daerah-daerah kemiskinan ekstrem di NTB,” terangnya.

Mengenai perkiraan jumlah penerima manfaat, Iqbal memaparkan hitungan matematis dari konversi hewan kurban menjadi produk siap saji tersebut. Menurutnya, satu ekor sapi rata-rata dapat menghasilkan kurang lebih 250 kaleng daging matang.

“Kalau misalnya 10 ekor sapi ya kurang lebih menjadi 2.500 kaleng daging kalengan itu. Sedangkan untuk hewan kurban yang disalurkan langsung secara konvensional (daging segar), bisa dihitung rata-rata 100 penerima per ekor sapi,” terangnya.

Baca Juga: Sentuhan Kemanusiaan di Desa Lido, Umi Dinda Hibur Korban Kebakaran dan Bawa Bantuan Sapi Kurban

Sementara itu, Proses distribusi daging kaleng ini diperkirakan baru akan berjalan sekitar satu bulan pascapenyembelihan. Hal itu dikarenakan BAZNAS NTB bekerja sama dengan jaringan BAZNAS lain di Indonesia, untuk melakukan proses pengalengan di daerah Tangerang yang selama ini dinilai sudah berpengalaman dan tepercaya.

“Itu mengalengkan di daerah Tangerang. Itu yang sudah dipercaya dan selama ini berjalan, dan kita di NTB ini baru gabung sekarang ini,” ungkapnya.

Adapun mengenai kuota atau jumlah kaleng yang akan diterima oleh setiap orang, pihak BAZNAS NTB menyatakan akan melihat total sasaran penerima terlebih dahulu, untuk kemudian disesuaikan secara proporsional di lapangan.

Editor : Akbar Sirinawa
#sapi #kambing #iduladha #NTB #Pemprov NTB