LombokPost – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) memastikan pasokan listrik selama perayaan Idul Adha 1447 Hijriah tetap aman dan andal di seluruh wilayah NTB.
Untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan selama hari besar keagamaan tersebut, PLN UIW NTB menyiagakan 1.989 personel yang terdiri dari 877 pegawai PLN dan 1.112 tenaga alih daya.
Seluruh personel ditempatkan di titik-titik strategis guna mengantisipasi potensi gangguan kelistrikan, terutama di masjid, pusat keramaian, fasilitas publik, dan objek vital lainnya.
Selain personel, PLN UIW NTB juga memperkuat sistem siaga dengan menyiapkan berbagai peralatan pendukung. Di antaranya 20 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), 22 Unit Gardu Bergerak (UGB), 2 Unit Kabel Bergerak (UKB), dan 90 unit genset.
Baca Juga: Polda NTB dan Jajaran Kurban 216 Sapi dan 45 Kambing, Kapolda Pimpin Penyembelihan
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kontinuitas pasokan listrik tetap terjaga selama pelaksanaan salat Idul Adha hingga aktivitas masyarakat berlangsung.
Untuk mendukung percepatan penanganan gangguan, PLN turut menyiapkan 208 mobil operasional dan 118 sepeda motor yang disebar di seluruh wilayah kerja di NTB.
Tak hanya itu, PLN UIW NTB juga memastikan kesiapan infrastruktur kendaraan listrik dengan menyiapkan 50 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang beroperasi selama periode Iduladha.
General Manager PLN UIW NTB Sri Heny Purwanti mengatakan keberhasilan pengamanan pasokan listrik selama Idul Adha merupakan hasil sinergi seluruh personel PLN di lapangan.
“Keberhasilan pengamanan sistem kelistrikan pada momentum Idul Adha ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh personel PLN di lapangan,” ujarnya.
Menurutnya, PLN berkomitmen menghadirkan pasokan listrik yang andal agar seluruh rangkaian ibadah dan aktivitas masyarakat dapat berjalan aman, nyaman, dan lancar.
Selama masa siaga Idul Adha, PLN UIW NTB juga melakukan pemantauan sistem kelistrikan secara intensif melalui posko siaga yang beroperasi penuh selama 24 jam.
Koordinasi antarunit dan personel dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan setiap potensi gangguan dapat ditangani secara cepat dan tepat.
Editor : Marthadi