LombokPost – Nama Kombes Pol Dewa Wijaya kembali menjadi perhatian publik. Perwira menengah Polri itu dikenal memiliki rekam jejak panjang di lapangan, mulai dari operasi penanganan kejahatan khusus, antiterorisme, hingga misi kemanusiaan berskala besar.
Salah satu momen yang membuat namanya dikenal luas secara nasional terjadi saat aksi teror di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Januari 2016. Saat itu, tim dari Pol Airud yang dipimpinnya turut terlibat dalam upaya pelumpuhan aksi teror tersebut.
Sebelum meniti karier sebagai perwira kepolisian, Dewa Wijaya merupakan bagian dari tim khusus Polisi Udara. Ia juga dikenal sebagai pilot yang menempuh pendidikan penerbang di sekolah penerbang TNI Angkatan Udara.
Pengalaman dalam berbagai latihan intensif dan penugasan di daerah konflik, baik di dalam maupun luar negeri, membentuk kapasitasnya sebagai personel lapangan.
Baca Juga: Aruna Senggigi Resort & Convention Kembali Gelar Program CSR Penyelenggaraan Hewan Kurban
Kariernya kemudian berkembang di lingkungan Polda Metro Jaya. Ia beberapa kali dipercaya menjabat sebagai kasatreskrim dan menangani berbagai kasus kejahatan umum maupun kejahatan khusus.
Pengalaman panjang di bidang reserse membuat Dewa Wijaya dikenal sebagai sosok perwira yang tegas, disiplin, dan berpengalaman dalam penanganan kasus besar.
“Seorang anggota polisi harus selalu hadir di tengah masyarakat, bukan hanya saat ada masalah, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan rasa aman dan kepastian,” ujarnya.
Selain di bidang penegakan hukum, kiprah Dewa Wijaya juga mendapat perhatian saat bencana gempa bumi Lombok berkekuatan 7,0 SR pada Agustus 2018.
Baca Juga: Demonstrasi HMI di Kantor Gubernur Kondusif, Satpol PP NTB Kedepankan Pendekatan Humanis
Ketika menjabat sebagai Kasatrolda Pol Air Polda NTB, ia memimpin langsung proses evakuasi ribuan wisatawan domestik dan mancanegara dari kawasan Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air menuju Pelabuhan Bangsal.
Dalam operasi tersebut, jajaran Polair Polda NTB mengerahkan sejumlah kapal untuk mengevakuasi lebih dari 2.700 wisatawan guna menghindari dampak gempa susulan.
Sikap tenang dan respons cepat Dewa Wijaya saat menenangkan wisatawan yang panik di Gili Trawangan kala itu sempat menjadi sorotan media nasional maupun internasional.
“Dalam situasi bencana, yang paling utama adalah menyelamatkan nyawa dan memastikan masyarakat merasa tidak sendiri menghadapi keadaan,” katanya.
Baca Juga: Berbagi Kurban Bentuk Refleksi Rasa Syukur Secara Aksi Nyata
Pasca gempa Lombok, Dewa Wijaya juga menginisiasi pendirian Yayasan NTB Bersatu sebagai wadah penyaluran bantuan sosial dan pemulihan wilayah terdampak bencana.
Dengan pengalaman di bidang penerbangan, reserse kriminal, antiterorisme, hingga misi kemanusiaan, Kombes Pol Dewa Wijaya dikenal sebagai figur polisi lapangan dengan kombinasi kepemimpinan, ketegasan, dan kepedulian sosial yang kuat.
Editor : Marthadi