Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Keren! Intip Kesakralan Ritual Betabeq Jelang Pocari Sweat Run Lombok 2026Disk

Pujo Nugroho • Minggu, 31 Mei 2026 | 09:10 WIB
Pemprov NTB bersama Pemkab Loteng dan Perwakilan Pocari Sweat Run 2026 menggelar ritual Betabeq. (DISKOMINFOTIK/LOMBOK POST)
Pemprov NTB bersama Pemkab Loteng dan Perwakilan Pocari Sweat Run 2026 menggelar ritual Betabeq. (DISKOMINFOTIK/LOMBOK POST)
 

 

LombokPost - Sebuah momentum luar biasa yang memadukan antara kesakralan tradisi lokal dan gairah ajang olahraga internasional baru saja tersaji di Bumi Gora. Nuansa adat dan semangat olahraga berpadu sangat kental dalam prosesi Ritual Betabeq yang digelar secara khidmat di Desa Adat Ende, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Sabtu (30/5).

Kegiatan yang difasilitasi Pemprov NTB bersama Pemkab Loteng dan masyarakat adat Sasak tersebut menjadi bentuk penghormatan budaya sekaligus doa bersama menyambut pelaksanaan Pocari Sweat Run Lombok 2026 yang akan berlangsung pada 11–12 Juli mendatang.

Ritual Betabeq merupakan tradisi masyarakat Sasak yang diwariskan secara turun-temurun sebagai bentuk permohonan izin, restu, keselamatan, dan perlindungan kepada Allah SWT sebelum melaksanakan kegiatan penting. Tradisi ini juga menjadi simbol penghormatan kepada alam, masyarakat, serta nilai-nilai leluhur yang membentuk identitas budaya Sasak hingga saat ini.

Kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan kedua Ritual Betabeq dalam rangka menyambut Pocari Sweat Run Lombok. Tradisi ini menjadi bagian dari komitmen pemprov agar setiap event berskala nasional maupun internasional yang diselenggarakan di daerah tetap menghormati budaya lokal, melibatkan masyarakat adat, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga: Siap-siap! POCARI SWEAT Run 2026 Digelar di Mandalika dan Bandung, Cek Jadwal Pendaftarannya

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dalam sambutan yang disampaikan oleh Sekda NTB Abul Chair menegaskan bahwa pembangunan pariwisata dan penyelenggaraan event internasional di NTB harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya dan penguatan identitas lokal.

Ritual Betabeq bukan sekadar prosesi adat, tetapi merupakan representasi nilai-nilai luhur masyarakat Sasak yang menjunjung tinggi penghormatan, penerimaan, persaudaraan, dan do'a keselamatan bagi setiap tamu yang datang ke Bumi Gora.

”Kita tidak hanya berkumpul menyambut sebuah event olahraga besar, tetapi mempertemukan semangat olahraga dengan kekayaan budaya yang menjadi identitas masyarakat NTB melalui Ritual Betabeq,” ujar Abul Chair membacakan sambutan gubernur.

Ia menjelaskan bahwa dalam tradisi Sasak, Betabeq mengandung makna menyambut tamu dengan hati terbuka serta mendoakan keselamatan dan keberkahan bagi seluruh pihak yang hadir. ”Kita ingin menyampaikan pesan sederhana kepada seluruh tamu yang datang ke NTB, datanglah sebagai tamu dan pulanglah sebagai keluarga,” katanya.

Baca Juga: Lombok Dapat Jadwal Adem, Pocari Run 2026 Lebih Awal

Menurut Gubernur, kekuatan NTB tidak hanya terletak pada keindahan alam dan keberhasilan menghadirkan berbagai event internasional, tetapi juga pada budaya, keramahan masyarakat, serta nilai-nilai kebersamaan yang terus dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.

”Kalau olahraga menguatkan fisik, maka budaya menguatkan jiwa. Ketika keduanya bertemu, lahirlah persaudaraan yang akan dikenang sepanjang masa,” tegas Abul Chair menyampaikan pesan Gubernur.

Pemprov NTB juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Pocari Sweat Run Lombok. Menurutnya, event tersebut tidak hanya mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga menggerakkan sektor ekonomi masyarakat, pariwisata, UMKM, transportasi, hingga perhotelan.

Sementara itu, Marketing Director Pocari Sweat Puspita Winawati, mengapresiasi inisiatif Pemprov NTB yang menghadirkan Ritual Betabeq sebagai ruang memperkuat hubungan antara penyelenggara event dengan masyarakat lokal.

”Tahun 2026 merupakan tahun kedua Pocari Sweat Run Lombok. Tahun lalu peserta mencapai 8.400 pelari dan sekitar 70 persen berasal dari luar Lombok,” ungkapnya.

Baca Juga: Pocari Sweat Run Lombok 2025 Sukses Digelar, Ada Atlet NTB di Daftar Juara

Menurut Puspita, kehadiran para pelari bersama keluarga dan pendampingnya memberikan dampak ekonomi yang signifikan karena mereka menginap, berwisata, menikmati kuliner, dan berbelanja produk UMKM lokal.

”Tahun ini kami menargetkan 10.000 peserta. Karena itu kami berharap dukungan dan sambutan hangat dari seluruh masyarakat NTB,” katanya.

Sekda Lombok Tengah Lalu Firman Wijaya, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan Pocari Sweat Run 2026 karena manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat sangat besar.

”Kita ingin penyelenggaraan tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya karena dampaknya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Dukungan serupa datang dari masyarakat Desa Kuta, pelaku UMKM, dan para relawan yang terlibat dalam penyelenggaraan event tahun sebelumnya. Mereka menilai kehadiran ribuan peserta tidak hanya memperkuat citra Lombok sebagai destinasi sport tourism, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi perekonomian masyarakat.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat adat, pelaku usaha, dan komunitas lokal, Pocari Sweat Run Lombok 2026 diharapkan menjadi lebih dari sekadar ajang olahraga. Event ini menjadi ruang perjumpaan antara budaya, pariwisata, dan ekonomi masyarakat yang memperkuat posisi NTB sebagai destinasi sport tourism kelas dunia yang tetap berakar pada budaya lokal.

Editor : Pujo Nugroho
#Desa Adat Ende #Pocari Sweat Run 2026 #Sirkuit Mandalika #Pocari Sweat #Pemprov NTB