LombokPost– Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN) Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi melantik jajaran kepengurusan baru untuk periode 2025–2028.
Acara pelantikan ini dihadiri oleh berbagai organisasi profesi, pihak rumah sakit, institusi pendidikan, serta pemangku kepentingan sektor kesehatan di NTB.
Momen ini menandai estafet kepemimpinan PERDATIN NTB yang kini resmi beralih dari dr. Suriyadi, Sp.An-TI kepada dr. I Gede Herry Yudiskara, Sp.An-TI.
Pergantian nakhoda organisasi ini diharapkan mampu melanjutkan program kerja yang sudah berjalan sekaligus mendongkrak mutu pelayanan kesehatan di daerah.
Sebelumnya, di bawah kepemimpinan dr. Suriyadi, PERDATIN NTB dinilai aktif dalam menggelar berbagai kegiatan ilmiah, pengembangan kompetensi profesi, hingga program pengabdian masyarakat.
Fondasi kokoh yang telah dibangun tersebut menjadi modal utama bagi kepengurusan baru untuk memperluas kontribusi di wilayah NTB.
Melalui kepengurusan yang baru ini, PERDATIN NTB menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Sinergi dengan organisasi profesi kesehatan lain, institusi pendidikan, rumah sakit, dan pemerintah daerah dianggap sebagai kunci utama dalam menghadapi tantangan pelayanan medis yang semakin kompleks.
Jadi Mitra Strategis Pemerintah Daerah
Selain berfokus pada peningkatan kompetensi dan profesionalisme para dokter spesialis anestesi, PERDATIN NTB juga berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan sektor kesehatan masyarakat. Organisasi ini membidik terciptanya sistem pelayanan kesehatan yang lebih baik, merata, dan berkelanjutan di NTB.
Acara pelantikan yang berlangsung di Mataram ini berjalan dengan penuh semangat kebersamaan dan kekeluargaan. Seluruh anggota yang hadir diajak untuk terus menjaga soliditas internal organisasi serta memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat luas.
Dengan struktur kepengurusan yang baru, PERDATIN NTB optimistis mampu menghadirkan berbagai inovasi serta kontribusi nyata demi kemajuan dunia kesehatan di kancah regional maupun nasional.
Editor : Redaksi Lombok Post