Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemprov NTB Perkuat Komitmen Mewujudkan NZE 2050, Jajaki Kerja Sama Penyusunan Peta Jalan NZE NTB

Redaksi • Jumat, 5 Juni 2026 | 12:39 WIB
ZERO EMISSION: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat menerima audiensi Chief Executive Officer IESR Fabby Tumiwa, bersama rombongan di ruang kerjanya, Rabu (3/6). (DISKOMINFOTIK NTB/LOMBOK POST)
ZERO EMISSION: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat menerima audiensi Chief Executive Officer IESR Fabby Tumiwa, bersama rombongan di ruang kerjanya, Rabu (3/6). (DISKOMINFOTIK NTB/LOMBOK POST)

LombokPost - Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menegaskan, Pemerintah Provinsi NTB terus memperkuat langkah menuju target Net Zero Emission (NZE) 2050.

Menurut Gubernur Miq Iqbal, NTB membutuhkan arah pembangunan yang jelas dan terukur untuk memastikan proses transisi energi berjalan efektif sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Hal tersebut ditegaskan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal saat menerima audiensi Chief Executive Officer Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa, bersama rombongan di ruang kerjanya, Rabu (3/6).

Baca Juga: Pemprov NTB Perluas Kerja Sama Kembangkan Energi Terbarukan, Super Grid Listrik Berbasis EBT

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Miq Iqbal menyambut positif dukungan IESR dalam upaya penyusunan peta jalan menuju NZE 2050.

“IESR dapat memberikan masukan strategis untuk mengarusutamakan energi terbarukan. Dalam masa transisi energi seperti saat ini, inisiatif NZE juga perlu mendapat dukungan kuat dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Gubernur Miq Iqbal menegaskan, NTB memiliki potensi energi terbarukan yang besar dan dapat menjadi modal penting dalam mendorong transformasi ekonomi daerah yang lebih berkelanjutan.

Baca Juga: Pemprov NTB Kembangkan Super Grid Listrik Berbasis EBT, NTB Diproyeksikan sebagai Produsen Listrik Hijau

Selain itu, Gubernur Miq Iqbal juga menilai SDM NTB memiliki peluang besar untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja energi terbarukan. Baik di dalam negeri maupun pasar internasional, termasuk kawasan Timur Tengah.

“Banyak tenaga kerja NTB memiliki kemampuan berbahasa Arab. Yang perlu diperkuat adalah pendidikan teknis, pusat pelatihan, dan dukungan sertifikasi agar mampu bersaing di sektor energi terbarukan,” ungkapnya.

Sementara itu, Fabby Tumiwa menjelaskan bahwa IESR siap mendukung Pemerintah Provinsi NTB dalam mencapai target NZE 2050. Hal ini akan dilakukan melalui pengembangan ekosistem transisi energi, penyusunan kebijakan, hingga mendorong investasi energi terbarukan.

Baca Juga: Pemprov NTB Kembangkan Super Grid Listrik Berbasis EBT, NTB Diproyeksikan sebagai Produsen Listrik Hijau

Menurut Fabby Tumiwa, sejumlah daerah telah lebih dahulu mendeklarasikan target serupa. Seperti Bali yang menargetkan NZE pada 2045 dan Nusa Tenggara Timur pada 2050 dengan dukungan pendampingan teknis serta strategi transisi energi.

Sebagai langkah awal, IESR telah menerbitkan kajian Pulau Berbasis 100 Persen Energi Terbarukan dan Fleksibilitas pada Sistem Tenaga Listrik.

Kajian tersebut menunjukkan bahwa Pulau Sumbawa berpotensi memenuhi seluruh kebutuhan listriknya dari sumber energi terbarukan, terutama tenaga surya dengan potensi mencapai 8,64 gigawatt (GW).

Fabby Tumiwa juga menyebut pengalaman IESR dalam menyusun Peta Jalan Bali Emisi Nol Bersih 2045 Sektor Ketenagalistrikan dapat menjadi referensi penting bagi NTB dalam merancang strategi menuju NZE.

“Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan pembangunan 100 GW energi surya di sekitar 80 ribu desa. Kami melihat ini sebagai momentum bagi daerah untuk berkontribusi dalam pencapaian target nasional,” katanya.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepahaman untuk menjajaki kerja sama dalam penyusunan peta jalan NZE NTB dan pengembangan kebijakan rendah emisi.

Ruang lingkup kerja sama yang dibahas meliputi pengembangan kawasan rendah emisi, kendaraan listrik, transportasi publik, energi terbarukan, pengembangan tenaga kerja, hingga kawasan industri berkelanjutan.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal yang strategis dalam mempercepat transformasi energi bersih di NTB sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu pusat pengembangan energi terbarukan di Indonesia. (lil/diskominfotikntb)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
#energi #masyarakat #Net zero emission #Ekonomi #NTB