LombokPost-Pemprov NTB terus mengarahkan arus investasi ke sektor non-tambang. Hal tersebut sebagai bagian dari strategi membangun pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan, sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja di daerah.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB Irnadi Kusuma mengatakan, minat investor terhadap sektor non-tambang di NTB saat ini menunjukkan tren yang positif. “Mereka sangat tertarik, interested-nya di sektor non-tambang,” ujarnya.
Baca Juga: Pariwisata NTB Tunjukkan Tren Positif: Kunjungan Wisman Melonjak 35,13 Persen, TPK Hotel Meningkat
Ia menyebut, NTB sejatinya memiliki banyak potensi di luar sektor pertambangan yang dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah. Di antaranya sektor pertanian, kehutanan, perikanan dan kelautan, perdagangan, jasa, hingga pariwisata dan ekonomi kreatif.
Menurutnya, penguatan sektor-sektor tersebut menjadi penting. “Ini untuk menjaga keseimbangan struktur ekonomi daerah agar tidak terlalu bergantung pada satu komoditas tertentu,” tegasnya.
Sejalan dengan itu, Kepala Dinas ESDM NTB Syamsudin juga menegaskan, meskipun sektor pertambangan memiliki kontribusi besar terhadap dinamika ekonomi daerah, arah kebijakan pemprov saat ini tidak menempatkannya sebagai tumpuan utama dalam jangka panjang.
“Bagaimana arahannya pak gubernur, PAD-PAD ini diharapkan bukan di sektor tambang. Diharapkan sektor non-tambang yang harus berkembang, maka tambang tidak dibagi sebagai penyumbang PAD terbesar,” ujarnya.
Pemprov NTB mendorong agar struktur PAD, semakin bertumpu pada sektor-sektor yang lebih berkelanjutan. Sehingga tidak terlalu bergantung pada sumber daya alam yang bersifat tidak terbarukan.
Menurutnya, sektor pertambangan tetap memiliki peran penting dalam perekonomian NTB. Namun, dalam perspektif kebijakan jangka panjang, Pemprov NTB berupaya memperkuat basis ekonomi lain agar lebih stabil dan inklusif.
Meski demikian, Syamsudin tidak menampik, secara faktual sektor pertambangan masih memiliki kontribusi besar terhadap perputaran ekonomi di NTB. “Walau pun faktanya tidak bisa kita nafikan bahwa memang tambang berperan sangat besar,” katanya.
Dengan arah kebijakan tersebut, Pemprov NTB menegaskan upaya untuk menyeimbangkan struktur ekonomi daerah. Sektor non-tambang didorong menjadi motor pertumbuhan baru.
Sementara sektor pertambangan, tetap ditempatkan sebagai salah satu penopang ekonomi yang tidak menjadi ketergantungan utama dalam jangka panjang.
Editor : Akbar Sirinawa