LombokPost-Aktivitas pelayanan penyelamatan nonkebakaran yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, sepanjang Mei menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kedaruratan di luar peristiwa kebakaran.
“Selama periode 1 hingga 31 Mei, tercatat sebanyak 130 kejadian nonkebakaran berhasil ditangani oleh petugas Damkar dan Penyelamatan di berbagai wilayah NTB,” jelas Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin, Kamis (11/6).
Dari jumlah tersebut, kasus yang paling banyak ditangani adalah penanganan hewan berbahaya, dan penyelamatan hewan sebanyak 73 kejadian.
Selain itu, petugas juga menangani 27 evakuasi sarang tawon atau lebah, 11 evakuasi cincin, 7 operasi penyelamatan, 3 kejadian pohon tumbang, dan 9 kejadian lainnya.
Baca Juga: Dinas LHK NTB Maksimalkan Pencegahan Karhutla Imbas Perambahan Hutan Jadi Lahan Jagung
Sementara untuk kategori bencana alam, distribusi air bersih, maupun pertolongan pertama pada kecelakaan, tidak tercatat adanya kejadian selama periode tersebut.
Tingginya angka penanganan hewan berbahaya dan sarang tawon menunjukkan bahwa ancaman terhadap keselamatan warga tidak selalu berasal dari bencana besar atau kebakaran, melainkan juga dari kondisi-kondisi yang kerap ditemukan di lingkungan permukiman.
Tren tersebut menggambarkan semakin luasnya peran petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Saat ini tugas petugas pemadam kebakaran tidak hanya memadamkan api. Sebagian besar laporan yang kami terima justru berkaitan dengan penyelamatan dan penanganan kondisi darurat yang mengancam keselamatan masyarakat, seperti evakuasi hewan berbahaya, sarang tawon, hingga berbagai operasi penyelamatan,” beber Sadimin.
Adapun sebaran kejadian menunjukkan, Lombok Timur menjadi wilayah dengan jumlah penanganan tertinggi, yakni 35 kejadian.
Disusul Lombok Barat sebanyak 27 kejadian, Sumbawa Barat 23 kejadian, Kota Bima 18 kejadian, Lombok Tengah 13 kejadian, Kota Mataram 10 kejadian, dan Lombok Utara 4 kejadian.
“Sementara Sumbawa, Dompu, dan Bima tidak mencatat adanya kejadian nonkebakaran yang memerlukan penanganan selama bulan Mei,” jelasnya.
Baca Juga: Baru Mulai, Kemarau Sudah Picu Kenaikan Karhutla
Menurut Sadimin, tingginya jumlah kejadian di sejumlah daerah tersebut, tidak terlepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan potensi bahaya yang ditemukan di lingkungan sekitar.
Hal ini dinilai positif karena dapat mencegah risiko yang lebih besar apabila ditangani sejak dini. “Kami melihat masyarakat sekarang semakin memahami bahwa layanan Damkar dan Penyelamatan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kondisi darurat. Kesadaran ini sangat penting karena semakin cepat laporan masuk, semakin cepat pula petugas dapat melakukan tindakan untuk mencegah terjadinya korban,” terangnya.
Dari keseluruhan operasi yang dilakukan selama Mei, layanan penyelamatan tersebut memberikan manfaat kepada 134 kepala keluarga atau 305 jiwa.
Data yang dihimpun juga mencatat adanya 10 korban luka-luka dan 1 korban meninggal dunia dari berbagai kejadian yang ditangani petugas. Capaian tersebut menunjukkan layanan non kebakaran memiliki dampak langsung terhadap keselamatan masyarakat.
Setiap operasi yang dilakukan tidak hanya bertujuan menyelesaikan keadaan darurat, tetapi juga meminimalkan risiko terhadap jiwa maupun harta benda warga.
Karena itu, BPBD NTB terus berupaya meningkatkan kapasitas personel dan kesiapsiagaan peralatan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.
Penguatan kemampuan petugas menjadi penting mengingat karakteristik kejadian non kebakaran yang membutuhkan keterampilan khusus, mulai dari penanganan satwa liar hingga operasi penyelamatan dalam berbagai kondisi.
“Kami terus meningkatkan kompetensi personel serta kesiapan sarana dan prasarana agar pelayanan kepada masyarakat semakin cepat, tepat, dan profesional. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama dalam setiap penugasan,” tegas Sadimin.
Baca Juga: Kemarau Datang, Air Bersih Masih Aman di Lombok Tengah
Dukungan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman.
Masyarakat diimbau segera melaporkan apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan warga agar dapat ditangani lebih cepat oleh petugas.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya di sekitar lingkungan masing-masing. Jika menemukan kondisi darurat atau membutuhkan bantuan penyelamatan, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditindaklanjuti secepat mungkin,” tandasnya.
Dengan total 130 kejadian dalam satu bulan, layanan nonkebakaran kini menjadi salah satu bentuk pelayanan publik yang semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat NTB.
Di tengah meningkatnya kompleksitas risiko di lingkungan permukiman, keberadaan petugas Damkar dan Penyelamatan tidak hanya berperan sebagai pemadam kebakaran, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga keselamatan warga dari berbagai ancaman sehari-hari.
Editor : Akbar Sirinawa