Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jurus Ampuh BKOW NTB Tekan Stunting Lewat Program NTB KUAT

Pujo Nugroho • Kamis, 11 Juni 2026 | 11:11 WIB
BKOW NTB saat melaksanakan program di Desa Barabali. (IST/LOMBOK POST)
BKOW NTB saat melaksanakan program di Desa Barabali. (IST/LOMBOK POST)

 

 

LombokPost - Semangat kolaborasi untuk menciptakan generasi unggul terus digaungkan. Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) NTB secara resmi mengambil langkah strategis dalam upaya penurunan stunting NTB. Terinspirasi dari keberhasilan daerah lain, BKOW NTB kini memusatkan perhatiannya di Desa Barabali, Lombok Tengah melalui sebuah intervensi kesehatan terpadu dan berkelanjutan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Gagasan segar ini lahir setelah BKOW NTB melaksanakan studi tiru ke Mojokerto dan Jogjakarta pada Mei 2026 lalu. Dari kunjungan tersebut, tim menemukan fakta bahwa program "Pesantren Sehat" di Jawa Timur serta "Satu Kampung Satu Bidan" di Jogjakarta sangat efektif. Membawa semangat tersebut ke daerah, upaya penurunan stunting kini diadaptasi menjadi pendekatan stunting berbasis komunitas yang lebih menekankan pada konsep gotong royong khas masyarakat Sasak.

Mengerucutkan ide besar tersebut, lahirlah sebuah program inovatif bertajuk NTB KUAT (Komunitas Unggul, Anak Tangguh). Program andalan BKOW NTB ini langsung menyasar Desa Barabali, Lombok Tengah yang merupakan salah satu lokus Desa Berdaya andalan Bappeda NTB. Pemilihan desa ini bukan tanpa alasan, mengingat data saat ini menunjukkan angka stunting di Desa Barabali masih berada di angka 6,57 persen, sehingga membutuhkan akselerasi penurunan stunting NTB yang tepat sasaran.

Baca Juga: Target Turunkan Stunting, BKOW NTB Replikasi Strategi Hulu-Hilir Kota Jogjakarta

Ketua BKOW NTB Indah Dhamayanti Putri menegaskan bahwa kehadiran program NTB KUAT ini menjadi bukti nyata komitmen organisasi wanita dalam mendukung program prioritas pemerintah daerah. ”Kami tidak ingin program ini hanya menjadi slogan di atas kertas. Melalui gerakan stunting berbasis komunitas, kami turun langsung untuk memastikan setiap anak dan ibu hamil mendapatkan hak nutrisi serta edukasi yang layak demi suksesnya penurunan stunting,” ujarnya.

Wanita yang akrab disapa Umi Dinda ini menjelaskan dalam pelaksanaan program NTB KUAT, pendekatan stunting berbasis komunitas dibagi menjadi dua sasaran utama, yakni jangka pendek dan jangka panjang.

Pada intervensi jangka pendek yang bergulir sejak Juni hingga Agustus, BKOW NTB fokus pada anak usia 0-24 bulan, balita risiko stunting, hingga ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK). Launching di Desa Barabali pun diwarnai dengan aksi nyata, mulai dari senam bersama, gotong royong kebersihan pasar, hingga pelatihan olahan pangan bernutrisi bekerja sama dengan IKABOGA NTB demi mempercepat penurunan stunting NTB.

Aksi nyata penurunan stunting NTB ini tidak berhenti pada seremonial belaka. Selama enam minggu penuh, tim BKOW NTB mendistribusikan langsung bantuan nutrisi padat gizi berupa telur dan ikan.

Baca Juga: Target Penurunan Stunting, BKOW NTB Studi Tiru ke Mojokerto

Bantuan ini dikelola dengan sistem stunting berbasis komunitas, di mana koordinator kader di enam dusun di Desa Barabali bertanggung jawab memasak dan mendistribusikan makanan tersebut. Setiap prosesnya didokumentasikan ketat melalui grup WhatsApp untuk memastikan program NTB KUAT benar-benar sampai ke mulut balita yang membutuhkan.

Sementara itu, untuk menciptakan dampak permanen dari penurunan stunting NTB, intervensi jangka panjang NTB KUAT menyasar akar permasalahan dari hulu. BKOW NTB memberikan edukasi pra-nikah bagi calon pengantin, pembagian tablet tambah darah bagi remaja putri, hingga edukasi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) bagi ibu hamil dan menyusui.

Dengan komitmen pentahelix dan model stunting berbasis komunitas yang kuat, program ini diharapkan tidak hanya menyehatkan anak-anak, tetapi juga memberdayakan seluruh elemen desa menuju masa depan yang lebih cerah.

Editor : Pujo Nugroho
#Indah Dhamayanti Putri #penurunan stunting #BKOW NTB #Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri #Stunting