LombokPost – Direktur RSUD Patut Patuh Patju (Tripat) Kabupaten Lombok Barat dr. Suriyadi resmi dipercaya memimpin Asosiasi Rumah Sakit Daerah (ARSADA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Pengukuhan dilakukan dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVI ARSADA yang berlangsung di Pontianak, Kalimantan Barat, pada 11–13 Juni 2026.
Pelantikan pengurus ARSADA tingkat provinsi tersebut dipimpin langsung Ketua Umum ARSADA Pusat, dr. Zainoel Arifin. Prosesi berlangsung di hadapan para direktur dan pimpinan rumah sakit daerah dari berbagai wilayah di Indonesia yang hadir mengikuti agenda nasional tahunan organisasi tersebut.
"Alhamdulillah, dengan pelantikan ini kami berkomitmen untuk mendorong penguatan sistem kesehatan daerah melalui berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kualitas layanan," ucapnya usai dilantik
Suriyadi menegaskan, program utama ARSADA adalah memperkuat sistem ketahanan kesehatan daerah, mendorong transformasi tata kelola rumah sakit daerah, serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Dokter spesialis anestesi tersebut menilai keberhasilan ARSADA tidak dapat dicapai oleh satu rumah sakit saja. Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi dan kerja bersama seluruh rumah sakit daerah di NTB agar program-program yang dirancang dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Intinya kita bergerak bersama. Seluruh rumah sakit daerah harus berkolaborasi merancang dan melaksanakan program yang bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Baca Juga: Pelayanan IGD Dikeluhkan, Direktur RSUD Tripat Siapkan Rotasi Petugas dan Evaluasi SOP
Ia menambahkan, perkembangan kebutuhan layanan kesehatan yang semakin dinamis menuntut rumah sakit daerah untuk terus beradaptasi.
Penguatan sumber daya manusia, peningkatan profesionalisme pelayanan, serta pengelolaan keuangan yang efisien menjadi faktor penting dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang cepat, berkualitas, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Kebersamaan dan komitmen seluruh rumah sakit daerah menjadi kunci untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin baik bagi masyarakat NTB,” paparnya.
Sebagai simbol amanah dan legitimasi kepengurusan baru, Ketua Umum ARSADA menyerahkan bendera pataka kepada jajaran pengurus yang telah dikukuhkan.
Momentum tersebut menjadi awal bagi kepengurusan ARSADA NTB untuk memperkuat sinergi antar rumah sakit daerah dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan masyarakat.
Dengan terpilihnya Suriyadi sebagai Ketua ARSADA NTB, organisasi itu diharapkan mampu menjadi wadah kolaborasi strategis bagi seluruh rumah sakit daerah di NTB. Selain memperkuat koordinasi antar institusi kesehatan, ARSADA juga diharapkan dapat menjawab berbagai tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks.
Rakernas XVI ARSADA sendiri menjadi forum penting bagi para pimpinan rumah sakit daerah se-Indonesia untuk bertukar pengalaman, merumuskan kebijakan, serta membahas berbagai isu strategis di bidang kesehatan.
Pada hari pertama pelaksanaan, peserta mengikuti seminar bertema Mewujudkan Rumah Sakit Daerah Unggul Melalui Transformasi Pelayanan Berbasis Penguatan Sumber Daya Manusia dan Keuangan.
Seminar menghadirkan sejumlah narasumber nasional, termasuk perwakilan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Republik Indonesia yang memaparkan strategi penguatan tata kelola rumah sakit daerah.
Sementara itu, Ombudsman Republik Indonesia memberikan materi terkait pentingnya membangun rumah sakit yang responsif terhadap pengaduan, keluhan, dan aspirasi masyarakat.
Editor : Pujo Nugroho