Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Komunitas Motor Touring Bantu Promosikan Destinasi Wisata NTB

Yuyun Kutari • Sabtu, 13 Juni 2026 | 09:42 WIB
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Disparekraf NTB Chandra Aprinova. (DOK.LOMBOK POST)
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Disparekraf NTB Chandra Aprinova. (DOK.LOMBOK POST)

LombokPost-Perkembangan komunitas motor touring, membawa dampak positif yang tidak hanya dirasakan para penghobi kendaraan roda dua, tetapi juga masyarakat luas.

Aktivitas touring yang semakin diminati saat ini disebut, telah berkembang menjadi sarana mempererat silaturahmi, mempromosikan destinasi wisata, hingga menggerakkan perekonomian masyarakat di berbagai daerah. 

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTB Chandra Aprinova mengatakan, touring memiliki manfaat yang cukup luas. Dari sisi yang paling sederhana, touring dianggap menjadi media bagi masyarakat untuk lebih mengenal sekaligus mensyukuri kekayaan alam yang dimiliki NTB.

“Melalui touring, mereka bisa melihat langsung begitu banyak daya tarik wisata dan karunia Tuhan yang diberikan kepada kita di Indonesia, khususnya di Lombok dan Sumbawa,” jelasnya.

Baca Juga: Iritnya Kebangetan, Touring Lombok–Jakarta Naik Honda Scoopy, BBM Cuma Habis Rp150 Ribu

Lebih lanjut, Chandra menilai keberadaan komunitas touring turut berkontribusi terhadap pergerakan ekonomi masyarakat. Setiap perjalanan yang dilakukan para peserta touring, secara langsung menciptakan aktivitas ekonomi di sepanjang jalur yang mereka lalui.  

Para peserta touring umumnya melakukan perjalanan, hingga ke wilayah-wilayah pelosok yang tidak selalu menjadi tujuan wisata utama.

Dalam perjalanan tersebut, mereka membeli bahan bakar, makanan, minuman, maupun kebutuhan lainnya dari pedagang setempat.

Aktivitas konsumsi yang tampak sederhana itu, kata dia, tetap memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.  

Di sektor pariwisata, Chandra melihat komunitas touring memiliki peran yang cukup strategis dalam memperkenalkan destinasi wisata kepada publik.

 Menurutnya, para peserta touring hampir selalu mendokumentasikan perjalanan mereka, melalui foto maupun video yang kemudian dibagikan ke media sosial atau grup komunitas.  

Aktivitas berbagi dokumentasi perjalanan tersebut, secara tidak langsung menjadi promosi gratis bagi destinasi yang mereka kunjungi. Semakin banyak unggahan yang beredar, semakin besar pula peluang suatu destinasi dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.  

Promosi yang dilakukan komunitas touring memiliki nilai tersendiri karena berasal dari pengalaman langsung para pengunjung.

Melalui foto dan cerita perjalanan yang dibagikan, masyarakat dapat mengetahui kondisi suatu destinasi sekaligus tertarik untuk mengunjunginya.  

“Orang datang itu pasti ingin berfoto. Orang berfoto tidak mungkin dia simpan sendiri, pasti dia share. Nah itu juga memperkenalkan daya tarik wisata yang mereka lewati, kunjungi, dan singgahi,” kata ketua Pengurus Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) NTB tersebut.

Baca Juga: Touring Asik Tanpa Panik, Simak Tips Biar Perjalanan Lo Anti Drama

Melihat kontribusi tersebut, Pemprov NTB terus berupaya mendukung keberadaan komunitas touring dengan memastikan fasilitas dasar, di kawasan wisata tersedia dengan baik. 

Dalam konteks pembangunan pariwisata, ia juga menilai aktivitas touring berkontribusi terhadap pemerataan kunjungan wisata di NTB. 

Selama ini sebagian besar wisatawan masih terkonsentrasi di sejumlah destinasi populer seperti Gili Trawangan, Mandalika, dan Sembalun.

Namun, komunitas touring cenderung memiliki karakter yang berbeda karena lebih tertarik menjelajahi lokasi-lokasi baru yang belum banyak dikenal.  

Dalam pandangannya, kecenderungan tersebut sejalan, dengan upaya Pemprov NTB yang terus mengembangkan desa wisata dan program Desa Berdaya.

Berbagai pembangunan sarana penunjang wisata di desa-desa dilakukan untuk mendorong munculnya destinasi alternatif sehingga kunjungan wisatawan dapat lebih merata.  

Ia menjelaskan bahwa para penghobi touring umumnya memiliki jiwa petualang dan senang mengeksplorasi kawasan yang masih alami, terpencil, maupun belum viral. 

Ketika lokasi-lokasi tersebut mulai dikunjungi dan dipublikasikan oleh komunitas touring, masyarakat luas kemudian mengetahui keberadaan destinasi baru yang sebelumnya belum banyak terekspos.  

Baca Juga: Eksplorasi Keindahan Nusantara, Ini 7 Destinasi Road Trip Favorit Bareng Mitsubishi Motors

Karena itu, terang Chandra, komunitas touring secara tidak langsung, berperan membuka jalur-jalur wisata baru sekaligus memperluas sebaran kunjungan wisatawan di NTB. 

“Orang yang suka touring biasanya senang mendatangi tempat yang baru, jauh, dan belum ramai dikunjungi. Ketika mereka membagikan pengalaman itu, masyarakat lain jadi tahu bahwa ada destinasi menarik yang sebelumnya belum dikenal,” pungkasnya.

Editor : Akbar Sirinawa
#komunitas touring #viral #NTB #destinasi wisata #Pariwisata