Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tekan AKI dan AKB, POGI NTB Gembleng Ratusan Nakes di MOGU ke-7

Kimda Farida • Senin, 15 Juni 2026 | 08:30 WIB
UPDATING ILMU: Suasana Simposium Mataram Obstetrics and Gynecology Update (MOGU) ke-7 yang berlangsung di Hotel Lombok Raya, Mataram, Sabtu (13/6) diinisiasi oleh POGI Cabang NTB, diikuti oleh 353 dokter dan bidan. (Yongki/Lombok Post)
UPDATING ILMU: Suasana Simposium Mataram Obstetrics and Gynecology Update (MOGU) ke-7 yang berlangsung di Hotel Lombok Raya, Mataram, Sabtu (13/6) diinisiasi oleh POGI Cabang NTB, diikuti oleh 353 dokter dan bidan. (Yongki/Lombok Post)

LombokPost--Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Cabang Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menunjukkan komitmennya membenahi kualitas pelayanan maternal dan neonatal di Bumi Gora.

Melalui gelaran Mataram Obstetrics and Gynecology Update (MOGU) ke-7 di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram, ratusan tenaga kesehatan (nakes) digembleng untuk menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Agenda ilmiah tahunan yang berlangsung selama tiga hari (13–15 Juni 2026) ini diikuti oleh 353 nakes profesional dari berbagai penjuru NTB. Mereka terdiri dari 62 dokter umum, 291 bidan, serta jajaran mahasiswa kedokteran.

Tak sekadar teori, peningkatan kemampuan teknis juga diperkuat lewat Workshop Ultrasonografi (USG) yang diikuti 57 peserta dan Workshop Asuhan Persalinan Normal (APN) dengan 40 peserta. Momentum ini kian spesial karena dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus POGI Cabang NTB periode terbaru.

Ketua Panitia MOGU dr Windiana Rambu menjelaskan, MOGU yang konsisten digelar sejak tahun 2016 ini menjadi jembatan penting untuk memperbarui wawasan dan keterampilan nakes di lapangan.

Baca Juga: Takut Dicap Gila? RSUD H Moh Ruslan Hadirkan Komandan Melati, Solusi Curhat Tanpa Dihakimi

Materi yang disajikan pun sangat krusial, mulai dari manajemen preeklamsia, deteksi dini kehamilan risiko tinggi, hingga penguatan sistem rujukan yang efektif.

"Tujuannya untuk mengupdate ilmu setiap tahun dengan sasaran dokter umum, bidan, dan dokter spesialis agar kompetensi kita terus terasah," ujar dr. Windiana di sela-sela simposium.
 
Langkah taktis POGI NTB ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan rapor nasional, performa kesehatan ibu melahirkan di NTB masih memerlukan kerja keras karena berada di posisi 10 besar terbawah secara nasional.
 
Ketua POGI Provinsi NTB, dr Gede Made Punarbawa, Sp.OG, Subsp. Urogin-RE, menegaskan bahwa tantangan layanan obstetri dan ginekologi ke depan akan semakin kompleks. Kuncinya ada pada sinergi dan kerja tim yang solid antar-fasilitas kesehatan.
 
“Dari stakeholder di faskes tingkat satu (puskesmas/klinik) sampai di pusat rujukan Rumah Sakit Provinsi itu harus menjadi teamwork yang baik. Melalui kegiatan ini, kami juga menyelenggarakan workshop USG guna membantu dokter umum melakukan deteksi dini, sehingga rujukan bisa diberikan secara tepat dan cepat,” terang dr. Gede Made Punarbawa.
 
Tingginya urgensi acara ini membuat antusiasme peserta melonjak drastis. Bahkan, kepesertaan MOGU tahun ini meluas hingga ke luar daerah NTB.
 
Target besarnya jelas: tidak hanya menekan angka kematian saat melahirkan, tetapi juga mendongkrak kualitas hidup wanita dan kesehatan reproduksi di NTB secara menyeluruh.
Baca Juga: Open House Fakultas Kedokteran UBG Tarik Antusiasme Para Calon Mahasiswa, Dukung Adaptasi AI di Bidang Kesehatan.
 
Manfaat besar dirasakan langsung oleh para peserta di garda terdepan. Eva Erawati, seorang bidan dari RSUD Praya, mengaku sangat bersyukur bisa menyerap ilmu baru di MOGU ke-7.
 
Bagi Eva, pelatihan ini menjadi modal berharga untuk meningkatkan kualitas pelayanan dasar maupun rujukan di rumah sakit tempatnya mengabdi.
 
"Kami bidan adalah garda terdepan dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Momen ini sangat penting untuk diaplikasikan langsung ke pasien. Semoga MOGU terus berlanjut setiap tahun," harapnya.
 
Melalui penguatan kompetensi nakes yang terukur ini, POGI NTB berharap potret pelayanan kesehatan ibu dan anak di seluruh pelosok NTB dapat bertransformasi menjadi lebih aman, berkualitas, dan merata demi keselamatan generasi masa depan.
Editor : Kimda Farida
#POGI NTB #MOGU #Aangka Kematian Ibu #Angka Kematian Bayi