LombokPost--Upaya menekan angka stunting dan kematian bayi di Nusa Tenggara Barat tidak hanya bergantung pada fasilitas kesehatan, tetapi juga kompetensi tenaga kesehatan yang mendampingi ibu sejak masa kehamilan hingga pascapersalinan.
Komitmen tersebut ditunjukkan Perhimpunan Perinatologi Indonesia (PERINASIA) Cabang NTB melalui pelantikan pengurus baru yang dirangkaikan dengan Workshop Manajemen Laktasi dan peringatan HUT PERINASIA ke-45 di Hotel Lombok Garden, Mataram, Minggu (14/6).
Kegiatan yang diikuti puluhan dokter, bidan, dan tenaga kesehatan dari berbagai daerah di NTB ini bertujuan meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam mendukung keberhasilan ASI eksklusif, memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi, serta membantu menurunkan angka stunting dan kematian neonatal.
Workshop menghadirkan sejumlah narasumber nasional dan daerah, di antaranya Koordinator Pelatihan Manajemen Laktasi PERINASIA Pusat, dr. Asti Praborini, Sp.A, IBCLC, FABM, serta Ketua PERINASIA NTB, dr. I Ketut Adi Wirawan, M.Sc., Sp.A., Subsp.Neo(K).
Dalam paparannya, dr. Asti menegaskan bahwa tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam memastikan ibu mendapatkan pendampingan yang tepat agar proses menyusui berjalan optimal.
Menurutnya, ASI memiliki manfaat besar bagi tumbuh kembang bayi sekaligus kesehatan ibu. Karena itu, edukasi yang benar mengenai menyusui perlu terus diperkuat agar penggunaan susu formula yang tidak sesuai indikasi medis dapat diminimalkan.
“Tenaga kesehatan menjadi garda terdepan dalam mendampingi ibu sejak masa kehamilan hingga setelah melahirkan. Pendampingan yang baik akan membantu keberhasilan pemberian ASI eksklusif,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PERINASIA NTB, dr. I Ketut Adi Wirawan, mengatakan organisasi yang beranggotakan dokter anak, dokter kandungan, bidan, dan perawat tersebut memiliki tujuan besar menciptakan generasi yang sehat sejak lahir.
Menurutnya, kolaborasi antarprofesi kesehatan sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan neonatal dan kesehatan ibu-anak di NTB.
“Tujuan kami adalah bersama-sama menghadirkan generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas melalui pelayanan kesehatan yang lebih baik sejak awal kehidupan,” katanya.
Selain meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, PERINASIA NTB juga berkomitmen memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah dalam upaya menurunkan angka stunting, kematian ibu melahirkan, dan kematian bayi yang masih menjadi tantangan kesehatan di berbagai daerah.
Pelantikan pengurus baru PERINASIA NTB turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB Sinta Agathia.
Ia mengapresiasi pelaksanaan workshop yang dinilai dapat memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dalam mendampingi ibu dan bayi.
Menurutnya, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan merupakan salah satu langkah strategis untuk mempercepat penurunan stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
“Kami berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diteruskan kepada tenaga kesehatan lainnya sehingga semakin banyak bidan dan tenaga kesehatan yang mampu memberikan pendampingan terbaik bagi ibu dan bayi di NTB,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan perayaan HUT ke-45 PERINASIA sebagai bentuk syukur atas kontribusi organisasi dalam mendukung peningkatan kesehatan ibu dan bayi di Indonesia.
Editor : Kimda Farida