Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Atasi Dampak Tambang Hingga Stunting, Pemprov NTB dan AS Jajaki Kerja Sama Kualitas Air Lewat AWEP

Siti Aeny Maryam • Senin, 15 Juni 2026 | 18:24 WIB
Pemprov NTB dan pemerintah Amerika Serikat jajaki kolaborasi strategis perkuat pengelolaan sumber daya air dan memitigasi dampak lingkungan akibat pertambang.
Pemprov NTB dan pemerintah Amerika Serikat jajaki kolaborasi strategis perkuat pengelolaan sumber daya air dan memitigasi dampak lingkungan akibat pertambang.
LombokPost - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) resmi menjajaki kolaborasi strategis dengan Pemerintah Amerika Serikat untuk memperkuat pengelolaan sumber daya air dan memitigasi dampak lingkungan akibat aktivitas pertambangan.

Rencana tersebut dibahas dalam audiensi antara Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, bersama Konsulat Jenderal (Konjen) Amerika Serikat dan tim Ambassadors Water Expert Program (AWEP) di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Senin (15/6/2026).
Pertemuan penting ini juga dihadiri oleh Konsul Politik dan Ekonomi AS, John McDaniel, serta pakar hidrologi asal Amerika Serikat, Steve.

Konsul Politik dan Ekonomi AS, John McDaniel, menjelaskan bahwa NTB dipilih sebagai lokasi program AWEP karena adanya aspirasi kuat dari pemerintah maupun warga lokal terkait dampak industri ekstraktif terhadap kualitas air bersih.

Baca Juga: Wagub NTB Salurkan Dana Kompensasi Dampak Negatif untuk 8 Desa Sekitar TPA Kebon Kongok

Melalui program ini, AS mengirimkan tenaga ahli ke negara mitra untuk melakukan pelatihan, diskusi, dan transfer pengetahuan teknis.

"Kami ingin berbagi pengalaman dan keahlian teknis untuk membantu menilai kualitas air serta memitigasi dampak kegiatan pertambangan seperti tembaga, emas, dan nikel," ungkap John McDaniel.

Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, isu air bersih di wilayah lingkar tambang memiliki efek domino yang besar, tidak hanya pada kerusakan alam tetapi juga berimplikasi langsung pada kesehatan masyarakat, termasuk tingginya risiko stunting (gangguan pertumbuhan pada anak akibat gizi buruk dan infeksi berulang).

Baca Juga: YBM PLN NTB Salurkan Bantuan untuk 18 Guru Ngaji dan Penyandang Disabilitas di Lombok

"NTB memiliki potensi tambang yang besar, namun kita juga menghadapi tantangan terkait pencemaran sumber air bersih. Kehadiran program AWEP ini sangat relevan dengan upaya perbaikan sanitasi dan ketersediaan air bersih yang sedang kami galakkan untuk penanganan stunting," urai Wagub.

Selain fokus pada wilayah pertambangan, Wagub juga menitipkan pesan penting agar program ini ikut mendukung kelestarian kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani sebagai warisan dunia yang wajib dilindungi.

Guna memastikan program berjalan cepat dan tepat sasaran, Pemprov NTB langsung mengambil langkah taktis. Dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) serta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB ditugaskan untuk melakukan koordinasi intensif.

Pemprov NTB berkomitmen memberikan data-data lingkungan yang diperlukan demi menyukseskan riset dan kerja teknis tim ahli hidrologi AS di lapangan.

Wagub berharap kemitraan dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat ini menjadi pemantik kerja sama berkelanjutan demi menjamin hak masyarakat NTB atas air bersih yang sehat dan produktif.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Kerja Sama #Amerika Serikat #kedutaan #pemprov #NTB