Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bronjong hingga Reling Besi Dipasang, Balai TNGR Benahi Jalur Pendakian Rinjani

Yuyun Kutari • Selasa, 16 Juni 2026 | 14:01 WIB
Petugas memperbaiki salah satu jalur pendakian di kawasan pendakian Gunung Rinjani. (BALAI TNGR FOR LOMBOK POST)
Petugas memperbaiki salah satu jalur pendakian di kawasan pendakian Gunung Rinjani. (BALAI TNGR FOR LOMBOK POST)

LombokPost-Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) terus melakukan berbagai upaya pemeliharaan, dan peningkatan sarana prasarana pendakian di sejumlah jalur menuju Gunung Rinjani.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan aktivitas pendakian berlangsung lebih aman dan nyaman, sekaligus tetap menjaga kelestarian kawasan taman nasional. 

Kepala Balai TNGR Budhy Kurniawan menegaskan, keselamatan pendaki menjadi prioritas utama dalam pengelolaan jalur pendakian di kawasan Gunung Rinjani.

“Keselamatan pendaki adalah prioritas utama. Karena itu, Balai TNGR terus melakukan pemeliharaan dan peningkatan sarana prasarana pada sejumlah jalur pendakian untuk memastikan aktivitas pendakian berlangsung lebih aman, nyaman, dan tetap memperhatikan kelestarian kawasan,” jelasnya.

Baca Juga: Antisipasi Kriminalitas, Polres Loteng Gencarkan Patroli Rinjani Presisi

Berbagai pekerjaan perbaikan dan pembangunan fasilitas telah dan sedang dilakukan di sejumlah jalur pendakian utama. 

Pada Jalur Sembalun, Balai TNGR melakukan pemasangan bronjong di lokasi sebelum Pos 3, pada tangga Pelawangan menuju puncak, serta di jalur menuju danau.

Selain itu, pemasangan geobag dilakukan setelah Pos 4, di Jalur Naga, dan pada tangga Pelawangan menuju puncak.

Penguatan jalur juga dilakukan melalui pemasangan reling besi dan tali setelah Pos 4 di Jalur Naga. Sementara itu, Jembatan Hijau yang menjadi salah satu akses penting bagi pendaki turut diperbaiki. 

Di Jalur Senaru, pekerjaan difokuskan pada pemasangan reling dan tali dari kawasan Batu Ceper, hingga menuju Pelawangan Senaru guna meningkatkan keamanan pendaki yang melintasi jalur tersebut. 

Sementara itu, pada Jalur Torean yang dikenal memiliki medan cukup menantang, Balai TNGR melakukan pemasangan tangga besi sebelum Air Terjun Penimbungan.

Setelah titik air terjun tersebut, dibangun dek besi sebagai sambungan tangga untuk mempermudah akses pendaki.

Baca Juga: Angka Pendakian Rinjani Tembus 19 Ribu Orang dalam Dua Bulan, PNBP Capai Rp 7,61 miliar

Pengamanan jalur juga dilakukan melalui pemasangan reling, dan tali pada titik Batu Licin serta area penyeberangan sungai setelah Batu Licin. 

Selain itu, pembangunan shelter juga sedang dilakukan untuk mendukung kenyamanan pendaki. 

Perbaikan infrastruktur juga menyasar Jalur Timbanuh. Di jalur ini, Balai TNGR melakukan perbaikan Jembatan Kali Blimbing serta pengerjaan reling besi, pemasangan tali pengaman, dan pengeprasan lahan di kawasan Jurang Rajek. 

Pada Jalur Tetebatu, dilakukan pembuatan tangga di jalur Mata Air Aten Manuk. Balai TNGR juga memasang reling dan tali menuju Puncak Sangkareang atau Kondo, sekaligus melakukan penggantian tali dan reling pada area menjelang puncak guna meningkatkan faktor keselamatan. 

Sedangkan pada Jalur Aik Berik, pekerjaan yang dilakukan meliputi pemasangan reling dan tali pengaman serta pengeprasan lahan untuk memperlancar akses pendakian. 

Budhy Kurniawan mengimbau seluruh pendaki agar tetap mengutamakan keselamatan selama berada di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.

Ia meminta para pendaki mematuhi arahan petugas serta menjaga seluruh fasilitas yang telah disediakan. 

“Kami mengimbau seluruh pendaki untuk tetap berhati-hati, mematuhi arahan petugas, serta menjaga fasilitas yang telah disediakan. Gunakan jalur sesuai peruntukannya, utamakan keselamatan, dan jangan meninggalkan sampah di kawasan taman nasional,” katanya. 

Baca Juga: Polda NTB Gencarkan Patroli Rinjani Presisi, Sasar Balap Liar dan Kejahatan 3C

Menurut Budhy, upaya menjaga kelestarian Gunung Rinjani membutuhkan peran bersama, tidak hanya dari petugas pengelola kawasan, tetapi juga seluruh masyarakat dan para pendaki yang memanfaatkan kawasan tersebut. 

“Karena menjaga Rinjani bukan hanya tugas petugas, tetapi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Editor : Akbar Sirinawa
#rinjani #pendakian #Balai Taman Nasional Gunung Rinjani #sembalun #senaru