LombokPost-Musyawarah Provinsi (Musprov) VI Persinas ASAD NTB yang digelar di Aula Jenderal Soedirman Korem 162/Wira Bhakti, berlangsung meriah di Mataram, Sabtu (20/6).
Pembukaan kegiatan tidak hanya diisi agenda organisasi, tetapi juga menampilkan atraksi seni tarung tradisional Peresean yang berhasil memukau para peserta dan tamu undangan.
Menariknya, seni tarung khas masyarakat Sasak tersebut diperagakan oleh para pesilat Persinas ASAD.
Perpaduan gerakan pencak silat dengan permainan Peresean yang diiringi tabuhan gendang tradisional menciptakan suasana meriah sekaligus menunjukkan eratnya hubungan antara olahraga bela diri dan pelestarian budaya daerah.
Baca Juga: Tradisi Sasak Naik Kelas, LAZ Sulap Peresean Malam Hari Jadi Magnet Baru Wisata
Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persinas ASAD Marsma TNI (Purn) H Sukur mengatakan organisasinya memiliki komitmen kuat untuk mengembangkan pencak silat yang selaras dengan budaya lokal di setiap daerah.
“Persinas ASAD sangat intens dalam pembinaan seni budaya pencak silat tradisi yang berkolaborasi dengan kearifan lokal, seperti seni Peresean yang ditampilkan tadi,” jelasnya.
Menurutnya, pencak silat tidak hanya diarahkan sebagai olahraga prestasi dan sarana bela diri, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga serta melestarikan warisan budaya bangsa.
“Melalui kolaborasi dengan budaya lokal, pencak silat dapat menjadi benteng pelestarian budaya sekaligus memperkuat identitas daerah,” katanya.
Penampilan para pesilat ASAD yang terampil memainkan rotan atau penjalin serta menangkis serangan, menggunakan perisai (ende) mendapat apresiasi dari Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) NTB, Nauvar F. Farinduan.
Baca Juga: Peresean Rutin Loang Baloq Hadirkan Kepastian Pertunjukan, Perkuat Positioning Wisata Budaya Mataram
Nauvar mengaku terkejut sekaligus bangga melihat sebuah perguruan silat nasional mampu menguasai dan menampilkan seni Peresean dengan baik.
“Saya sangat surprise karena ASAD juga bisa Peresean. Ini suatu hal yang luar biasa,” ungkapnya.
Menurut Nauvar, kemampuan tersebut menunjukkan bahwa Persinas ASAD merupakan organisasi yang mampu beradaptasi dengan budaya di daerah tempat organisasi itu berkembang.
“Ini membuktikan ada perguruan silat yang sangat adaptif terhadap budaya lokal,” tambahnya.
Selain menjadi forum evaluasi dan penyusunan program kerja organisasi, Musprov VI Persinas ASAD NTB juga menjadi momentum penting untuk memilih kepengurusan baru yang akan memimpin organisasi pada periode berikutnya.
Dengan semangat kolaborasi antara pencak silat dan budaya daerah yang ditunjukkan dalam kegiatan tersebut, Musprov diharapkan mampu melahirkan kepengurusan yang solid, memperkuat pembinaan atlet, meningkatkan prestasi di tingkat nasional, sekaligus terus menjaga dan mengembangkan kearifan lokal NTB.
Editor : Akbar Sirinawa