Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kebijakan Publik Sering Tak Tepat Sasaran? Kanwil Kemenkum NTB Perkuat Kapasitas Analis Kebijakan

Kimda Farida • Senin, 22 Juni 2026 | 14:12 WIB
Tim Kelompok Kerja Badan Strategi Kebijakan (BSK) Kanwil Kementerian Hukum NTB mengikuti Forum Komunikasi Kebijakan (Policy Talks) Tahun 2026 secara virtual.
Tim Kelompok Kerja Badan Strategi Kebijakan (BSK) Kanwil Kementerian Hukum NTB mengikuti Forum Komunikasi Kebijakan (Policy Talks) Tahun 2026 secara virtual.

 

LombokPost--Kualitas sebuah kebijakan publik tidak hanya ditentukan oleh regulasi yang diterbitkan, tetapi juga oleh proses analisis yang dilakukan sebelum kebijakan tersebut lahir.

Karena itu, penguatan kapasitas para Analis Kebijakan menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan kebijakan pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Nusa Tenggara Barat (Kanwil Kemenkum NTB) dengan mengikuti Forum Komunikasi Kebijakan atau Policy Talks Tahun 2026 secara virtual, Senin (22/6).

Kegiatan yang mengangkat tema “Analisis Kebijakan untuk Meningkatkan Kualitas Kebijakan Publik” itu diikuti oleh tim Kelompok Kerja Badan Strategi Kebijakan (BSK) NTB.

Forum ini menjadi ruang belajar sekaligus pertukaran pengalaman bagi para Analis Kebijakan dalam menyusun rekomendasi yang berbasis data, fakta, dan kebutuhan nyata masyarakat.

Di tengah kompleksitas persoalan publik yang terus berkembang, kemampuan membaca masalah secara tepat dinilai menjadi kunci lahirnya kebijakan yang efektif.

Baca Juga: Sebut Sifatnya Menular, TGH Mujiburrahman Warning Keberadaan LGBT di Kota Mataram

Mewakili Badan Strategi Kebijakan Hukum, Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pembentukan Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum, Junarlis, menegaskan bahwa Analis Kebijakan memiliki peran penting dalam membantu pengambil keputusan menghasilkan kebijakan yang berkualitas.

"Analis Kebijakan dituntut mampu menyajikan analisis yang tajam, berbasis data dan fakta, serta memberikan rekomendasi yang tepat dan implementatif bagi pengambil keputusan," ujarnya.

Dalam forum tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai peran Analis Kebijakan dalam seluruh siklus kebijakan, mulai dari mengidentifikasi persoalan, menyusun formulasi kebijakan, mendukung implementasi, hingga melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang telah berjalan.

Salah satu materi yang menjadi perhatian adalah penyusunan policy brief, yaitu dokumen ringkas yang berisi analisis dan rekomendasi kebijakan untuk membantu para pemimpin mengambil keputusan secara cepat dan tepat.

Tak hanya berbicara soal data dan regulasi, forum ini juga menyoroti pentingnya nilai etika, moral, dan keadilan dalam setiap proses penyusunan kebijakan.

Kebijakan yang baik dinilai bukan hanya yang sesuai aturan, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara adil dan berkelanjutan.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum NTB, I Gusti Putu Milawati, menilai peningkatan kompetensi Analis Kebijakan merupakan investasi penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

Menurutnya, sumber daya manusia yang memiliki kemampuan analisis yang kuat akan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang relevan, berbasis bukti, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

"Penguatan kapasitas SDM harus terus dilakukan agar rekomendasi yang dihasilkan semakin berkualitas, implementatif, dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat," ujarnya.

Baca Juga: S3 Pariwisata PNB Sediakan Beasiswa Doktoral Dosen Vokasi

Melalui kegiatan ini, Kanwil Kemenkum NTB berharap para Analis Kebijakan dapat semakin berperan dalam menghadirkan kebijakan publik yang efektif, akuntabel, serta mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan dan pelayanan masyarakat di masa depan.

Editor : Kimda Farida
#I Gusti Putu Milawati #Kemenkum #Kemenkum NTB #Kanwil Kemenkum NTB