LombokPost - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB menunjukkan komitmen yang kuat dalam mencetak generasi emas daerah. Langkah strategis dilakukan dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "FGD Suara Muda" demi merumuskan arah Kebijakan Kepemudaan NTB yang inklusif dan progresif.
Kegiatan yang mengusung tema "Arah Kebijakan Kepemudaan NTB" ini sukses terlaksana berkat dukungan penuh dari Kepala Dinas Dikpora NTB, Dr. Syamsul Hadi, M.Pd. Acara yang dinilai sangat vital bagi masa depan daerah ini berlangsung khidmat di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) NTB, Dinas Koperasi dan UMKM, Mataram.
Giat strategis untuk mematangkan Kebijakan Kepemudaan NTB ini diprakarsai Bidang Pembinaan dan Pengembangan (PP) Kepemudaan Dikpora NTB di bawah komando H. Tarmidzi. Dalam pelaksanaannya, pihak dinas berkolaborasi secara apik dengan Bakti Nusa Tenggara Barat (BNTB) yang dipimpin Sapoan Azizi.
Baca Juga: Lawan Merarik Kodek dan Narkoba, Dikpora NTB Gembleng Puluhan Pemuda Lombok Timur
Sebanyak 50 orang perwakilan pemuda yang berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di wilayah Mataram turut dilibatkan. Kehadiran aktif para representasi mahasiswa ini sengaja dihadirkan dalam FGD Suara Muda agar mampu memberikan sumbangsih pemikiran yang segar dan bervariasi untuk menyusun Kebijakan Kepemudaan NTB.
Saat membuka acara secara resmi, Kepala Dinas Dikpora NTB Dr. Syamsul Hadi menegaskan betapa krusialnya peran kaum muda dalam roda sejarah. Menurutnya, memikirkan strategi dan nasib Pemuda NTB secara otomatis berarti sedang memikirkan masa depan bangsa secara keseluruhan.
”Sejarah telah membuktikan bahwa fondasi Bangsa Indonesia dibangun atas darah dan pemikiran kaum muda. Oleh karena itu, arah kebijakan kepemudaan NTB harus kita rancang dengan matang demi menyambut tantangan zaman,” tegas Syamsul Hadi dalam sambutannya.
Baca Juga: Workshop Perfilman Pemuda NTB di Bima Cetak Ratusan Calon Sutradara Hebat
Senada dengan hal itu, Ketua BNTB Sapoan Azizi menyebut bahwa di era digital ini, pemuda dituntut menjadi katalisator perubahan di tengah masyarakat.
FGD Suara Muda ini menghadirkan jajaran narasumber kompeten yang mengupas tuntas tantangan kepemudaan. Selaku narasumber pertama, Syamsul Hadi menyampaikan bahwa para pemuda masa kini harus membekali diri dengan empat komponen keahlian utama (4C), yaitu Critical Thinking (Berpikir Kritis), Creativity (Kreativitas), Communication (Komunikasi), dan Collaboration (Kolaborasi) agar bisa bersaing di kancah global dan mewarnai kebijakan kepemudaan.
”Keempat komponen hebat ini tidak datang secara instan, melainkan dimulai dari satu kebiasaan mendasar, yaitu membaca dan mengasah literasi,” katanya.
Sementara itu, Kabid Politik Dalam Negeri dan Ormas Muhajidin selaku narasumber kedua mengingatkan bahwa kegagalan generasi muda kerap bersumber dari kurangnya persiapan diri. Ia mengajak pemuda untuk selalu mencari akar masalah dalam setiap penyelesaian problem.
Sentilan yang cukup keras dan menampar realitas sosial hari ini datang dari narasumber ketiga, Lalu Nazir Huda. Ia menyoroti pentingnya aksi nyata para pemuda di berbagai bidang mulai dari ekonomi, budaya, hingga lingkungan, sekaligus memberikan kritik tajam pada gaya hidup remaja saat ini.
”Bagaimana pemuda saat ini bisa asyik nongkrong, sementara tepat di samping mereka sampah-sampah berserakan,” sentil Lalu Nazir Huda, yang menjadi refleksi pentingnya kepekaan sosial dalam menyusun kebijakan kepemudaan NTB.
Baca Juga: Akreditasi SMK dan SLB Digenjot, Dikpora NTB Bidik Lonjakan Mutu Sekolah di Sumbawa
Melengkapi diskusi tersebut, hadir pula narasumber dari BNN, Adi Setyo Prabowo yang memaparkan materi krusial mengenai pencegahan bahaya narkoba. Ia memberikan peringatan keras bahwa saat ini tidak ada satupun wilayah yang benar-benar bersih dari paparan narkoba, sehingga para pemuda harus lebih selektif dan bijak dalam menyaring lingkaran pertemanan.
Melalui sinergi dalam FGD Suara Muda ini, Dikpora NTB berharap poin-poin rekomendasi yang dilahirkan dari pemikiran para mahasiswa dapat menjadi acuan utama dalam menyusun draf akhir kebijakan kepemudaan NTB yang berdampak nyata bagi kemajuan daerah.
Editor : Pujo Nugroho