LombokPost - Upaya penanganan kasus stunting di NTB terus digalakkan secara masif lewat kolaborasi berbagai pihak. Sinergi lintas sektor kini diperkuat demi membebaskan Bumi Gora dari ancaman gizi buruk, salah satunya melalui program strategis bertajuk Desa Berdaya.
Ketua BKOW NTB yang juga Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, menegaskan bahwa program Desa Berdaya merupakan pilar utama dalam visi-misi "Iqbal Dinda". Program ini dirancang khusus untuk memerangi kemiskinan ekstrem melalui penanganan komprehensif di sektor ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan demi mempercepat pencegahan stunting.
Dalam pemaparannya, Indah Dhamayanti Putri menekankan pentingnya kekompakan di tingkat akar rumput. Menurutnya, kepala desa, perangkat desa, kader Posyandu, hingga tim penggerak PKK harus menjadi motor penggerak utama dalam memangkas angka stunting di NTB.
Baca Juga: Jurus Ampuh BKOW NTB Tekan Stunting Lewat Program NTB KUAT
Namun, perjuangan mengentaskan kasus stunting di NTB bukan tanpa hambatan. Indah Dhamayanti Putri membeberkan tantangan spesifik yang kerap ditemukan tim BKOW NTB saat turun langsung ke lapangan. Banyak anak penderita stunting ternyata ditinggal orang tua mereka yang mengadu nasib menjadi pekerja migran di luar negeri.
Akibatnya, anak-anak tersebut hanya diasuh nenek mereka yang sudah lanjut usia. Pola asuh yang kurang maksimal serta keterbatasan fisik sang nenek membuat anak-anak ini mengalami kesulitan besar dalam mengakses layanan kesehatan terdekat. Kondisi dilematis inilah yang memperpanjang rantai masalah stunting di NTB.
Guna memutus mata rantai tersebut, Indah Dhamayanti Putri meminta jajaran kader BKOW NTB untuk fokus pada langkah intervensi sejak dini. Salah satu langkah konkret pencegahan stunting yang diinstruksikan adalah rutin mengukur lingkar lengan remaja putri di desa-desa untuk menekan risiko pernikahan dini dan kehamilan di usia remaja.
Baca Juga: Target Turunkan Stunting, BKOW NTB Replikasi Strategi Hulu-Hilir Kota Jogjakarta
Langkah nyata penanganan stunting di NTB juga disampaikan Ketua TP PKK NTB Shinta Agathia. Ia menyoroti intervensi langsung yang tengah berjalan di Desa Barabali, Lombok Tengah, yang saat ini sedang dihadapkan pada tantangan berat berupa 100 kasus anak stunting.
Shinta memberikan peringatan keras kepada masyarakat dan kader agar tidak kecolongan. Ia meminta semua pihak tidak hanya fokus pada anak yang sudah divonis stunting, melainkan harus mendeteksi dini keberadaan "calon-calon stunting", yaitu anak-anak yang memiliki berat badan kurang namun belum masuk kategori stunting agar segera mendapat pencegahan stunting yang intensif.
Menurut Shinta, penanganan stunting di NTB tidak bisa diselesaikan dari sisi pemenuhan gizi semata. Masalah ini berkaitan erat dengan sanitasi lingkungan hidup dan pola asuh orang tua. Untuk itu, pengurus BKOW NTB yang dibekali berbagai keilmuan mulai dari kesehatan, sanitasi, lingkungan, hingga keagamaan dan budaya, menyatakan siap turun langsung memberikan pendampingan total.
Masyarakat di tingkat desa pun diimbau aktif menyuarakan kebutuhan spesifik mereka kepada tim BKOW NTB agar bantuan yang diturunkan tepat sasaran dan mampu menyelesaikan persoalan stunting di NTB hingga ke akarnya.
Editor : Pujo Nugroho