LombokPost-Presiden RI Prabowo Subianto, dijadwalkan menggelar kunjungan kerja perdana ke NTB pada Jumat (10/7).
Agenda utama Kepala Negara adalah meresmikan Bendungan Meninting yang berlokasi di Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengonfirmasi persiapan penyambutan telah dilakukan matang, meskipun kunjungan Presiden diproyeksikan berlangsung singkat.
"Pak Presiden datang untuk meresmikan Bendungan Meninting. Istimewanya beliau memilih ke Lombok pertama, padahal ada 5 bendungan yang akan diresmikan Presiden," ujar Gubernur Iqbal saat ditemui awak media di Mataram, Kamis (9/7).
Baca Juga: PLN NTB Perkuat Jaringan Listrik Sumbawa tanpa Pemadaman, Pasokan Pelanggan Tetap Aman
Meskipun agenda Presiden terfokus pada seremonial peresmian di Lombok Barat, Gubernur Iqbal secara khusus memberikan masukan terkait dampak luas bendungan Meninting bagi wilayah sekitarnya, khususnya di Lombok Barat dan Lombok Tengah.
Presiden Prabowo, terang Iqbal, akan menekankan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur irigasi lanjutan pasca-peresmian Bendungan Meninting.
Pasalnya, selama ini terjadi subsidi silang sumber daya air, di mana dua bendungan besar di Lombok Tengah justru mengalirkan airnya untuk memenuhi kebutuhan di Lobar.
"Meninting ini harus segera diselesaikan jaringan irigasinya agar bisa mengairi sawah-sawah di Lombok Barat dan Lombok Tengah," katanya.
Baca Juga: Ceritan Pilu Aliman, Driver Asal Desa Beleka Lombok Barat yang Motornya Dibawa Kabur Pelanggan
Menurutnya, aliran irigasi dari Bendungan Meninting sangat krusial bagi petani di Lombok Barat dan Lombok Tengah, sebagai solusi jangka pendek sebelum Bendungan Mujur resmi beroperasi.
Langkah taktis ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas sektor pertanian dan ketahanan pangan di Lombok Tengah yang selama ini menjadi salah satu lumbung padi di NTB.
Buah Komitmen Pertemuan di Istana Negara
Rencana peresmian Bendungan Meninting oleh Kepala Negara ini menjadi babak baru, sekaligus realisasi nyata dari pertemuan strategis antara Gubernur Iqbal dan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat 13 Desember 2024 lalu.
Dalam pertemuan tersebut, Iqbal yang saat itu berstatus sebagai Gubernur NTB terpilih, secara khusus memaparkan gambaran terkini mengenai progres pembangunan dua bendungan besar di NTB.
Kepada Presiden, Iqbal memberikan gambaran khusus pada Bendungan Meninting agar bisa segera rampung dan diresmikan oleh Kepala Negara.
"Dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo saat itu, saya sampaikan salam rindu masyarakat NTB dan minta dukungan untuk NTB makmur mendunia," kenang eks Dubes Indonesia untuk Turki tersebut.
Baca Juga: Sempat Deadlock, Penetapan Lokasi Pembebasan Lahan Gerung Utara Akhirnya Rampung
Kunjungan Presiden besok siang pun menjadi bukti solidnya sinkronisasi antara visi Asta Cita pemerintah pusat dengan program kerja Pemerintah Provinsi NTB, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah dan nasional.
Selain isu pengairan, dalam komitmen awalnya di Istana Negara, Iqbal juga menegaskan kesiapan penuh NTB dalam mendukung program prioritas nasional lainnya, termasuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bumi Gora.
Dalam lawatannya besok, Presiden Prabowo Subianto tidak sendirian. Beliau direncanakan hadir bersama rombongan menteri teknis dari Kabinet Merah Putih untuk memastikan proyek strategis nasional (PSN) ini berdampak optimal bagi masyarakat bawah.
Baca Juga: Mori Hanafi Diserang Isu Monopoli MBG, NasDem NTB Siapkan Langkah Hukum
Beberapa nama yang dijadwalkan ikut mendampingi antara lain Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menko Pangan Zulkifli Hasan dan Mentan Amran Sulaiman.
Sebagai informasi, Bendungan Meninting merupakan mega proyek infrastruktur yang mulai dibangun sejak 2019 dengan kapasitas tampung mencapai 13,14 juta meter kubik.
Selain untuk irigasi pertanian seluas ribuan hektare, bendungan ini diproyeksikan menjadi penyuplai air baku, pengendali banjir, hingga potensi sumber energi terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dan PLTS Apung di Pulau Lombok.
Editor : Akbar Sirinawa