LombokPost – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan Bendungan Meninting di Lombok Barat, tidak hanya berfungsi sebagai penyedia air baku dan pengendali banjir, tetapi juga akan didukung jaringan irigasi untuk mengairi lahan pertanian di sejumlah wilayah kering di Pulau Lombok.
Menurut Dody, setiap bendungan yang dibangun pemerintah saat ini wajib dilengkapi dengan jaringan irigasi guna memastikan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya sektor pertanian.
“Selalu kita siapkan jaringan irigasinya. Sekarang semua bendungan itu wajib ada jaringan irigasinya, wajib,” tegas Dody di Bendungan Meninting, Jumat (10/7).
Baca Juga: Rp 9,79 Triliun untuk Ketahanan Pangan Indonesia, Prabowo Resmikan Lima Bendungan
Ia menjelaskan, panjang jaringan irigasi pada setiap bendungan berbeda-beda, bergantung pada jarak lahan pertanian yang akan dialiri.
“Ada yang lima kilometer, ada yang 75 kilometer, macam-macam. Tergantung panjangnya ke sawah yang terdekat,” ujarnya.
Khusus untuk Bendungan Meninting, Dody mengatakan jaringan irigasi di wilayah Lombok Barat sebenarnya sudah selesai dibangun.
Namun, pemerintah masih menyiapkan pengembangan jaringan yang akan mengairi wilayah Lombok Tengah dan sejumlah daerah kering lainnya.
“Meninting sebenarnya sudah selesai. Jadi untuk Lombok Barat jaringan irigasinya sudah selesai. Yang belum itu nanti yang akan mengairi ke Lombok Tengah, itu yang lagi kita siapkan,” katanya.
Baca Juga: Kunker Perdana ke NTB Presiden Prabowo Resmikan Bendungan Meninting, Hanya Satu Agenda Utama
Saat ditanya mengenai peluang Sekotong mendapatkan aliran air dari Bendungan Meninting, Dody menegaskan wilayah tersebut telah masuk dalam perencanaan pemerintah.
“Sekotong itu daerah irigasi juga dan memang daerah kering. Itu salah satu yang kita rancang untuk bisa diairi air dari Bendungan Meninting,” ungkapnya.
Pemerintah saat ini tengah menyiapkan studi kelayakan (feasibility study/FS) dan detail engineering design (DED) untuk pembangunan jaringan irigasi tersebut.
Dody berharap konstruksi dapat dimulai pada tahun depan. “FS lagi disiapin, DED-nya lagi disiapin tahun ini. Mudah-mudahan tahun depan kita bisa mulai konstruksinya,” katanya.
Ia juga memastikan pembangunan jaringan irigasi tersebut akan masuk dalam program yang didanai APBN.
“Wajib itu, wajib. Bukan hanya harapannya daerah, itu juga perintah Presiden,” tandas Menteri PU.
Editor : Akbar Sirinawa