LombokPost-Usai diresmikan Presiden Prabowo Subianto, pada Jumat lalu (10/7). Bendungan Meninting di Lombok Barat kini didorong segera didukung jaringan irigasi
Jaringan irigasi Bendungan Meninting juga menjadi atensi dari Pemprov NTB. Tidak hanya mencakup wilayah Lombok Barat saja, bahkan mengcover wilayah Lombok Tengah.
“Kami ingin air bendungan ini menjangkau Lombok Tengah Selatan,” kata Kepala Dinas PUPRPKP Provinsi NTB Lalu Kusuma Wijaya.
Caranya melalui sistem Hydraulic River Development (HRD). Data yang dipaparkan BBWS Nusa Tengara 1 Mataram, Bendungan Meninting akan diintegrasikan dengan 12 daerah aliran sungai (DAS) utama di Pulau Lombok.
Baca Juga: Perkuat Ketahanan Pangan, Air, dan Energi: Presiden Prabowo Resmikan Bendungan Meninting
Sistem ini dirancang untuk mendistribusikan air ke jaringan irigasi primer, sekunder, hingga tersier, serta embung-embung strategis, sekaligus menjadi bagian dari integrasi distribusi air antarbendungan, termasuk Bendungan Batujai dan Pandanduri.
Untuk mewujudkan sistem tersebut, pemerintah masih mematangkan pembangunan jaringan penghubung dari Bendungan Meninting menuju HRD. Diperkirakan, panjang jalur distribusi air sekitar 19 kilometer.
Ia yakin, Kementerian PU akan memembuat studi kelayakan (feasibility study/FS) dan Detail Engineering Design (DED). Kedua dokumen tersebut akan menjadi dasar penentuan desain jaringan penyalur air.
Menurutnya, jalur distribusi akan menghubungkan Bendungan Meninting hingga kawasan Sesaot, sebelum disambungkan dengan sistem Hydraulic River Development (HRD) yang telah ada.
Dari jaringan tersebut, air kemudian akan didistribusikan ke berbagai daerah layanan, termasuk wilayah Lombok Tengah bagian selatan.
Kusuma menjelaskan desain teknis masih dikaji, untuk menentukan metode penyaluran air yang paling efektif.
Opsi yang dipertimbangkan yakni menggunakan sistem perpipaan atau saluran terbuka. Pilihan tersebut akan berpengaruh terhadap kebutuhan lahan dalam pelaksanaan proyek.
Apabila menggunakan pipa, pembangunan diperkirakan tidak memerlukan pembebasan lahan karena jalurnya dapat dipasang di bawah permukaan tanah.
Namun, jika menggunakan saluran terbuka, maka akan dibutuhkan lahan sesuai trase yang ditetapkan dalam desain. “Makanya nanti tergantung desain dari hasil kajiannya,” kata Kusuma.
Ia menambahkan, jaringan baru tersebut juga akan mengubah pola distribusi air yang selama ini digunakan di Lombok Barat. Pasokan air dari Bendungan Meninting, akan menggantikan suplai pada jaringan yang telah ada.
Sedangkan aliran dari sistem sebelumnya akan dialihkan, ke jaringan lain sehingga distribusi air menjadi lebih optimal.
Menurut Kusuma, pembangunan jaringan fisik diperkirakan seluruhnya berada di wilayah Lombok Barat.
Meski demikian, air yang dialirkan melalui sistem HRD nantinya akan menjangkau wilayah Lombok Tengah Selatan.
Dengan terhubungnya Bendungan Meninting ke jaringan HRD, distribusi air diharapkan semakin merata, memperluas cakupan layanan irigasi, meningkatkan luas tanam, dan mendorong peningkatan produksi pertanian sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan di NTB.
“Ini harapan kita bersama ya, mudah-mudahan tahun ini atau tahun depanlah, jaringan Irigasi ini mulai direalisasikan,” tandasnya.
Editor : Akbar Sirinawa