LombokPost-Di tengah tekanan ekonomi global yang masih membayangi sektor pariwisata, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB terus menggencarkan promosi, untuk menjaga pertumbuhan kunjungan wisatawan.
Salah satunya melalui kegiatan business matching bersama pelaku industri pariwisata di Yogyakarta, Senin (13/7).
“Ini untuk memperluas pasar wisatawan domestik ke NTB, agar meningkat juga kunjungan wisatawan,” tegas Ketua BPPD NTB Sahlan M Saleh.
Baca Juga: Pocari Sweat Run 2026, Wamenpora Sebut Mandalika Motor Utama Sport Tourism Indonesia
Sahlan mengatakan kegiatan promosi tersebut berlangsung dengan antusiasme tinggi, mempertemukan 15 pelaku industri pariwisata atau seller dari NTB dengan sekitar 80 perusahaan buyer dari Yogyakarta.
“Sekitar 80 perusahaan buyer yang bertemu langsung dengan 15 seller dari NTB,” kata pria yang juga ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) NTB tersebut.
Karena menurutnya, kegiatan business matching menjadi momentum penting, untuk membangun kolaborasi antara pelaku industri pariwisata NTB dan Yogyakarta.
Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke NTB, terutama melalui optimalisasi penerbangan langsung rute Yogyakarta-Lombok.
Sahlan mengungkapkan, pengembangan paket wisata bundling Yogyakarta-Lombok, menjadi salah satu strategi yang didorong dalam pertemuan tersebut.
Skema itu diyakini dapat meningkatkan tingkat keterisian penumpang atau load factor penerbangan langsung menuju Lombok. sekaligus memberikan keuntungan bagi kedua daerah.
“Paket bundling Jogja-Lombok juga menjadi potensi untuk meningkatkan load factor pesawat langsung ke Lombok,” tegasnya.
Sahlan menegaskan, upaya menjadikan NTB semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional, memerlukan kerja bersama seluruh pemangku kepentingan.
Terlebih, tahun ini Pemprov NTB menargetkan jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara mencapai angka 2,5 juta hingga 2,55 juta orang.
Angka ini meningkat sekitar 200 ribu kunjungan dari target tahun 2025 yang berada di angka 2,3 juta.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah daerah telah menyiapkan sekitar 70 event pariwisata, termasuk festival budaya dan olahraga yang tersebar dari Januari hingga Desember.
Namun, itu juga belum cukup dan perlu upaya ekstra. Karena itu, BPPD terus mempromosikan beragam destinasi unggulan yang dimiliki Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa kepada calon wisatawan maupun pelaku industri. “Menjadikan NTB mendunia adalah ikhtiar kita bersama,” imbuhnya.
BPPD terus mengenalkan destinasi unggulan seperti Pantai Lakey di Dompu, pariwisata di Bima, kawasan Hiu Paus di Teluk Saleh dan Pulau Moyo di Sumbawa, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah, Gunung Rinjani hingga kawasan gili-gili di Pulua Lombok.
BPPD NTB mencatat potensi transaksi yang berhasil dibangun melalui pertemuan bisnis tersebut mencapai sekitar Rp 6 miliar.
“Kami berharap, ini dapat berkontribusi pada peningkatan kunjungan wisatawan ke NTB dalam waktu mendatang,” tandasnya.
Baca Juga: Bupati Bambang Buka Gerbang Wisata Hiu Paus Soro, Jadi Magnet Baru Pariwisata di Dompu
Terpisah, General Manager Angkasa Pura I Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Aidhil Philip Julian mengatakan, mengenai dampak konflik global terhadap operasional penerbangan, belum terjadi penurunan signifikan terhadap aktivitas penerbangan menuju Lombok.
Perubahan yang terjadi lebih disebabkan, oleh strategi rotasi armada untuk menyesuaikan kebutuhan pasar. “Kalau secara bisnis sebenarnya bukan dikurangi, tetapi memang dirotasi. Jadi pesawatnya dirotasi untuk jalur-jalur yang dari sisi supply dan demand lebih ada,” ujarnya.
Adapun kondisi penerbangan di BIZAM masih relatif stabil. Tingkat keterisian penumpang sekitar 99 persen. “Saya pikir penumpangnya sekitar 99 persen. Jadi hanya turun 1 persen dampak perang. Kita belum terpengaruh besar, belum,” jelasnya.
Editor : Akbar Sirinawa