LombokPost – Sebanyak 75 siswa Bintara Polri resmi memulai Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Gelombang II Tahun Anggaran 2026 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Belanting, Polda Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (20/7).
Pembukaan pendidikan ditandai dengan upacara di lapangan apel SPN Belanting yang dipimpin Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho selaku inspektur upacara. Dalam kesempatan itu, wakapolda membacakan amanat tertulis Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri.
Upacara dihadiri jajaran pejabat utama Polda NTB, para kapolres, perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-NTB, tokoh masyarakat, serta para peserta didik yang akan menjalani pendidikan dasar kepolisian.
Baca Juga: Pemprov NTB Dorong Dialog Pemkab–DPRD Lobar, Ajak Tuntaskan Polemik LPJ APBD 2025 Lewat Musyawarah
Secara nasional, Diktukba Polri Gelombang II TA 2026 diikuti 4.792 peserta yang dinyatakan lulus seleksi. Dari jumlah tersebut, 708 peserta wanita menjalani pendidikan di Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) Lemdiklat Polri, sedangkan di SPN Belanting Polda NTB terdapat 75 siswa Bintara pria.
Dalam amanat Kalemdiklat Polri, wakapolda NTB menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang berhasil lolos melalui proses seleksi yang transparan dan kompetitif.
"Manfaatkan pendidikan ini dengan sebaik-baiknya untuk belajar dan membentuk karakter sebagai seorang abdi negara. Ini adalah peluang emas karena bukan hanya membanggakan keluarga, tetapi juga menjadi kesempatan nyata untuk mengabdi kepada masyarakat, daerah, dan negara," ujar Brigjen Pol. Hari Nugroho.
Ia menegaskan, pendidikan pembentukan Bintara bukan sekadar perubahan status dari warga sipil menjadi anggota Polri, tetapi merupakan proses pembentukan karakter, pengetahuan, keterampilan, mental, dan budaya kerja sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Baca Juga: Bupati Lobar OTT, Pj Sekda Ahmad Saikhu Pastikan Roda Pemerintahan Tetap Jalan
Diktukba Polri Gelombang II TA 2026 mengusung tema "Membangun Keutamaan Pendidikan Polri Berbasis Moral dan Literasi untuk Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif."
Menurutnya, tema tersebut menegaskan pentingnya membangun personel Polri yang berintegritas, bermoral, memiliki kemampuan berpikir kritis, serta siap mendukung program prioritas pemerintah.
"Keutamaan pendidikan Polri tidak hanya ditentukan oleh banyaknya materi yang diajarkan atau kerasnya latihan fisik, tetapi dari keberhasilan membentuk personel yang berintegritas, bermoral, matang dalam berpikir, serta berani bertindak secara tepat dan benar di lapangan," katanya.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan tradisi penyiraman air bunga kepada perwakilan peserta didik yang dipimpin Wakapolda NTB bersama tamu undangan. Prosesi tersebut menjadi simbol dimulainya pendidikan bagi 75 siswa Bintara Polri di SPN Belanting Polda NTB.
Editor : Marthadi