LombokPost - Proyek pengelolaan air bersih yang menjadi kebutuhan pokok sehari-hari warga Kabupaten Lombok Barat ternyata tak luput dari ajang korupsi.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar skandal monopoli proyek air minum di PDAM senilai Rp27,1 miliar yang menyeret Bupati Lombok Barat, LAZ, dan bos perusahaan swasta.
Pengungkapan kasus ini dipaparkan langsung oleh KPK dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih, Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Baca Juga: Bupati LAZ, Dirut PAM Giri Menang Sudirman dan Dirut PT MSI Resmi Ditetapkan Tersangka oleh KPK
Modus dalam kasus ini terbilang sederhana. Sepanjang tahun 2024 hingga 2026, pengerjaan proyek pengelolaan air bersih di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Barat diduga diserahkan begitu saja kepada satu perusahaan swasta, yaitu PT MSI, yang dipimpin oleh ALG.
Guna melanggangkan monopoli proyek bernilai Rp27,1 miliar tersebut, ALG diduga memberikan "servis manis" berupa deretan barang mewah, kendaraan, hingga fasilitas pribadi kepada Bupati LAZ.
Sebagai imbalan atas monopoli proyek air bersih tersebut, vendor diduga menyiram Bupati LAZ dengan serangkaian upeti bernilai fantastis.
Selain uang tunai Rp380 juta dan fasilitas tiket pesawat Lombok–Jakarta, sang bupati dimanjakan dengan satu unit mobil Toyota Alphard seharga Rp1,2 miliar, iPhone 17 Pro bernilai Rp26 juta, sepasang sepatu Hermès seharga Rp19 juta, hingga seekor sapi kurban senilai Rp17 juta.
Baca Juga: Fee Proyek Diduga Dibayar dengan Alphard, Tim OTT KPK Sempat Ikut Nonton Bareng LAZ
Permainan anggaran di sektor air bersih ini tidak berhenti pada proyek utama PT MSI saja.
KPK juga menemukan bahwa 16 paket pekerjaan penunjukan langsung (PL) di PDAM Lombok Barat senilai Rp1,8 miliar sengaja diatur agar pemenangnya sesuai dengan pesanan.
Dengan kata lain, anggaran yang seharusnya digunakan untuk membenahi dan meningkatkan kualitas pelayanan air minum bagi masyarakat, justru dijadikan alat tawar-menawar demi keuntungan pribadi dan pengusaha.
Saat ini, KPK telah memboyong Bupati LAZ dan Dirut PT MSI ALG ke Jakarta bersama barang bukti uang serta aset yang disita. Penyidik menegaskan akan mengusut tuntas seluruh aliran dana yang mengalir dari skandal proyek air bersih ini.
Editor : Prihadi ZoldicSumber : KPK