Wagub NTB Ajak Masyarakat Lestarikan Warisan Budaya, Hadiri Perayaan Hari Jadi Ke-18 Kabupaten Lombok Utara

Redaksi • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 13:16 WIB
HUT KLU: Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri bersama Bupati KLU Najmul Akhyar, DPRD KLU, serta unsur Forkopimda saat perayaan Hari Jadi Ke-18 KLU yang diselenggarakan di halaman Kantor Bupati KLU, Selasa, (21/7). (DISKOMINFOTIK NTB/LOMBOK POST)
HUT KLU: Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri bersama Bupati KLU Najmul Akhyar, DPRD KLU, serta unsur Forkopimda saat perayaan Hari Jadi Ke-18 KLU yang diselenggarakan di halaman Kantor Bupati KLU, Selasa, (21/7). (DISKOMINFOTIK NTB/LOMBOK POST)

LombokPost - Wakil Gubernur (Wagub) NTB Indah Dhamayanti Putri mengajak semua lapisan masyarakat untuk terus melestarikan warisan budaya.

“Keterbukaan masyarakat terhadap hadirnya pariwisata sangat diutamakan. Tetapi juga tidak melupakan adat dan budaya yang telah diwariskan,” katanya.

Hal tersebut diungkapkan Wagub yang akrab disapa Umi Dinda saat menghadiri perayaan Hari Jadi Ke-18 Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang diselenggarakan di halaman Kantor Bupati KLU, Selasa (21/7).

Baca Juga: Kasat Pol PP Dampingi Wagub Serahkan Medali Shorinji Kempo di GOR Turide

Wagub Umi Dinda menegaskan bahwa KLU memiliki banyak keistimewaan yang menjadi modal besar untuk berkembang untuk kemajuan daerah dan masyarakat.

KLU memiliki gili yang menjadi ikon dunia, yang menjadi magnet bagi semua orang untuk datang dan melihat NTB. Oleh karena itu, pemerintah, masyarakat untuk terus bahu-membahu menjaga alam dan melestarikan budaya yang ada.

“Karena semua budaya dan alam yang indah, menjadi warisan yang paling berharga bagi anak cucu kita ke depan,” ujarnya.

Baca Juga: Wagub NTB Percepat Penyaluran 10 Ribu BSPS, BSPS Jadi Instrumen Percepat Penurunan Kemiskinan Ekstrem

Wagub Umi Dinda juga mengibaratkan bahwa usia 18 tahun adalah tanda kedewasaan. Ibarat seorang pemuda, Lombok Utara kini sedang berada di usia yang paling bertenaga, penuh semangat, dan siap berlari kencang.

“Kita semua harus menjadi saksi bagaimana Gumi Dayan Gunung ini bangkit dari segala ujian dan  tegak berdiri dengan fondasi gotong royong,” terangnya.

Di sisi lain, Wagub Umi Dinda juga mengapresiasi tasyakuran yang dilaksanakan karena dirangkai dengan begitu indah dengan hadirnya parade budaya dan parade desa.

Baca Juga: Lotim Masuk Zona Merah Stunting, Wagub NTB Tekankan Peran Keluarga

“Parade ini adalah cerminan dari jiwa kita, ketika alat musik gendang belek bertalu-talu, ketika kain tenun sesek bermotif indah dipakai dengan bangga, dan pada saat yang sama, setiap desa unjuk kebolehan, disitulah kita melihat jati diri Lombok Utara yang sesungguhnya,” katanya.

Gumi Dayan Gunung kaya nilai-nilai luhur dan memiliki kearifan lokal dalam menjaga alam, tersimpan keharmonisan antarumat beragama yang menjadi modal sosial terbesar yang tidak ternilai harganya.

“Desa-desa di Lombok Utara adalah ujung tombak pembangunan. Jika desanya mandiri, budayanya lestari, maka daerahnya insya Allah akan mancapai kemakmuran,” jelas Wagub Umi Dinda.

Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar mengungkapkan bahwa usia 18 tahun KLU merupakan perjalanan tentang mimpi, harapan serta perjuangan yang harus terus di bangun bersama.

Oleh karena itu, Kata Bupati Najmul, peringatan hari jadi ke-18 KLU bukan hanya menjadi ruang untuk mengenang perjalanan yang telah dilalui. Tapi juga menjadi momentum untuk memperteguh tekat melanjutkan pembangunan demi Kabupaten Lombok Utara yang semakin sejahtera.

“Ini menjadi momentum dan semangat inilah yang harus kita rawat sebagai landasan kita menuju Kabupaten Lombok Utara yang terus berkembang, mandiri, dan sejahtera,” kata Bupati Najmul. (lil/diskominfotikntb)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Lombok Post
desa warisan budaya KLU NTB Lombok Utara