PLTU Lombok FTP-2 Berhasil Sinkronisasi Perdana, Tambah Pasokan Listrik 50 MW untuk Sistem Lombok

Marthadi • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 22:32 WIB
General Manager PLN UIP Nusra RDW Manurung bersama jajaran manajemen berfoto bersama di depan PLTU Lombok FTP-2 Unit 1 (50 MW) di Sambelia, Lombok Timur.
General Manager PLN UIP Nusra RDW Manurung bersama jajaran manajemen berfoto bersama di depan PLTU Lombok FTP-2 Unit 1 (50 MW) di Sambelia, Lombok Timur.

 

LombokPost – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) mencatat kemajuan penting dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lombok FTP-2. Unit 1 berkapasitas 50 megawatt (MW) di Sambelia, Lombok Timur, berhasil melakukan first synchronization atau sinkronisasi perdana dengan sistem kelistrikan Lombok pada Jumat (17/7).

Keberhasilan tersebut menjadi tonggak penting sebelum pembangkit memasuki tahapan pengujian lanjutan menuju operasi komersial (Commercial Operation Date/COD).

First synchronization merupakan proses ketika pembangkit untuk pertama kalinya dihubungkan dengan jaringan listrik. Pada tahap ini, pembangkit mulai beroperasi secara paralel dengan sistem kelistrikan yang telah ada sekaligus menjalani serangkaian pengujian untuk memastikan seluruh peralatan bekerja aman, andal, dan sesuai standar.

Manager PLN UPP Nusra 1 Yogi Yohannes Siburian mengatakan sinkronisasi perdana merupakan salah satu tahapan paling krusial dalam penyelesaian proyek PLTU Lombok FTP-2.

Baca Juga: Sidak Tambang Rakyat Lantung, Bupati Sumbawa Soroti Izin Perusahaan, Tenaga Kerja Asing hingga Kerusakan Hutan

"Sinkronisasi menunjukkan pembangkit telah siap secara teknis untuk terhubung dengan sistem kelistrikan. Ini menjadi bukti bahwa seluruh proses pembangunan dan pengujian berjalan sesuai standar yang ditetapkan," ujarnya.

Sebelum sinkronisasi dilakukan, Unit 1 PLTU Lombok FTP-2 telah mengantongi Rekomendasi Laik Sinkron (RLS) dari PT PLN (Persero) Pusat Sertifikasi. Pembangkit juga telah melewati berbagai tahapan commissioning sesuai standar operasional dengan melibatkan tenaga ahli bersertifikat.

Meski telah berhasil tersambung ke sistem, pembangkit belum langsung beroperasi secara komersial. PLN masih akan melaksanakan sejumlah pengujian lanjutan, mulai dari uji pembebanan, uji keandalan, uji unjuk kerja hingga uji dampak lingkungan.

Seluruh tahapan tersebut menjadi bagian dari proses commissioning sebelum pembangkit ditetapkan beroperasi penuh melalui Commercial Operation Date (COD).

Baca Juga: Yayasan Batu Emas Perkuat Dapur SPPG, Siap Pasok Menu MBG Usai Libur Sekolah

General Manager PLN UIP Nusra RDW Manurung mengatakan keberhasilan first synchronization menjadi langkah strategis dalam memperkuat infrastruktur kelistrikan di Nusa Tenggara Barat.

"Ini merupakan gerbang awal sebelum pembangkit dapat beroperasi penuh dan menyalurkan daya ke sistem kelistrikan. Keberhasilan ini akan memperkuat keandalan pasokan listrik di Pulau Lombok," katanya.

PLN menargetkan tahapan berikutnya, mulai dari Coal Mill Hot Commissioning, pengujian sistem, pengujian unit hingga COD pada akhir 2026 dapat berjalan sesuai rencana.

Menurut Manurung, PLTU Lombok FTP-2 Unit 1 berkapasitas 50 MW mampu memenuhi kebutuhan listrik lebih dari 38 ribu rumah tangga dengan daya 1.300 VA.

Kehadiran pembangkit tersebut diharapkan meningkatkan keandalan Sistem Lombok dalam memenuhi pertumbuhan kebutuhan listrik masyarakat. Selain itu, pasokan listrik yang semakin kuat juga akan mendukung iklim investasi, pertumbuhan ekonomi, dan ketahanan energi di Nusa Tenggara Barat.

PLN optimistis penyelesaian proyek strategis ini dapat berlangsung tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

Editor : Marthadi
listrik Lombok PLTU Lombok FTP-2 Sinkronisasi PLTU Lombok Pembangkit 50 MW PLN UIP Nusra