LombokPost-Jumlah jamaah haji asal NTB yang meninggal dunia pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, bertambah menjadi 14 orang.
Kabar duka ini, menyusul wafatnya dua jemaah yang sebelumnya, sempat mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) di Arab Saudi.
“Kami menerima informasi duka ini beberapa hari yang lalu, akibat serangan jantung,” tegas Ketua Tim Kerja IV Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Mataram Ferry Wardhana.
Baca Juga: Topang Dana Murah, Tabungan Haji BSI Tembus Rp 16,25 Triliun per Mei 2026
Sesuai ketentuan Pemerintah Arab Saudi, jamaah haji yang meninggal dunia di Tanah Suci tidak dipulangkan ke negara asal. Seluruh proses pemulasaraan hingga pemakaman dilakukan di Arab Saudi dan diurus oleh pemerintah setempat bekerja sama dengan maktab atau Muassasah.
Berdasarkan data evaluasi, angka kematian jamaah haji NTB tahun ini sebenarnya mengalami penurunan, sebanyak 10 kasus jika dibandingkan dengan musim haji 2025 yang menyentuh angka 24 orang.
“Tahun 2025 ada 24 orang, sekarang 14 orang. Jadi menurun 10 orang, dan seluruh jemaah yang wafat tahun ini, paling muda berumur 58 tahun,” kata dia.
Meskipun secara statistik terdapat perbaikan, Ferry menegaskan pihak BKK Kelas I Mataram akan tetap melakukan evaluasi mendalam.
Salah satu poin penting yang akan didorong ke pemerintah pusat, memajukan jadwal pembinaan haji agar waktu pembinaan kesehatan bagi para calon jamaah haji, bisa menjadi lebih panjang.
Di sisi lain, BKK Kelas I Mataram juga memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi kesehatan, dua jamaah asal NTB yang saat ini masih berada di Arab Saudi.
“Kedua jamaah yang terdiri dari satu laki-laki, dan satu perempuan ini, berada di usia lanjut,” kata dia.
Mengenai perkembangan medisnya, Ferry memaparkan kondisi terakhir kedua jamaah lansia tersebut sudah sadar, dan dalam keadaan stabil, namun kondisi fisiknya masih sangat lemah.
Hal itu membuat keduanya belum memungkinkan, untuk dipulangkan ke tanah air dalam waktu dekat. Terkait diagnosisnya, satu jamaah dilaporkan mengalami gangguan usus, sedangkan satu jamaah lainnya menderita radang paru-paru.
“Keduanya sudah sadar tapi memang masih lemah kondisinya,” ujar Ferry.
Ia turut menambahkan, saat ini sudah tidak ada lagi petugas haji Indonesia yang berjaga di Arab Saudi karena seluruh tim operasional, telah kembali ke tanah air.
Karenanya, perawatan kedua jamaah tersebut sepenuhnya diserahkan dan ditangani oleh tim medis lokal Arab Saudi. Untuk proses pemulangan nantinya, pihak BKK akan berkoordinasi mengenai kemungkinan adanya penjemputan khusus dari pemerintah pusat.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) NTB Lalu Muhamad Amin menyampaikan belasungkawa atas wafatnya dua jamaah asal Bumi Gora.
Amin menegaskan pihaknya akan memastikan seluruh hak jamaah yang meninggal dunia dapat dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku. “Kami memastikan hak-hak jamaah yang wafat dapat dipenuhi dengan baik,” katanya.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan