LombokPost-Tourism Malaysia kembali memperkuat komitmennya di pasar Indonesia dengan menggelar Malaysia Tourism Showcase B2B Roadshow di Mataram, Kamis (30/7).
“Lombok menjadi kota penutup, dalam rangkaian promosi pariwisata yang kami lakukan dan itu berlangsung di lima kota strategis Indonesia,” kata Direktur Tourism Malaysia Jakarta Hairi Mohd Yakzan, saat ditemui di Mataram.
Roadshow tersebut menjadi upaya mempererat kerja sama bisnis antara pelaku industri pariwisata Malaysia dan Indonesia, sekaligus memperluas peluang kunjungan wisatawan Indonesia ke Negeri Jiran.
Baca Juga: Alfred Wallace dan Lombok : Bagaimana Ampenan Mengubah Wajah Sains Dunia
Rangkaian kegiatan berlangsung di Serang pada 8 Juni, Bandung 10 Juni, Jayapura 12 Juni, Malang 28 Juli, dan berakhir di Mataram 30 Juli.
Dijelaskannya, alasan memilih melakukan promosi di Lombok, lantaran salah satu pasar wisata yang memiliki potensi besar bagi Malaysia.
Karena itu, Malaysia Tourism Showcase B2B Roadshow ini, kami ingin memperkuat jaringan kerja sama dengan para pelaku industri pariwisata di Lombok, serta menjadi wadah untuk memperkuat jejaring kemitraan antara pelaku industri pariwisata kedua negara.
“Lombok bisa membuka lebih banyak peluang bisnis yang saling menguntungkan bagi industri pelancongan di Malaysia maupun Indonesia,” kata dia.
Penyelenggaraan roadshow ini menjadi bagian dari strategi Tourism Malaysia dalam menyukseskan kampanye Visit Malaysia 2026-2027.
Melalui program tersebut, Malaysia ingin memperkenalkan beragam pengalaman wisata yang menjadi daya tarik bagi wisatawan internasional, mulai dari kekayaan budaya, warisan sejarah, kuliner, wisata alam, hingga wisata petualangan.
Selain itu, keramahan masyarakat Malaysia juga terus diangkat sebagai salah satu kekuatan utama dalam menarik kunjungan wisatawan mancanegara.
Baca Juga: Unram Perkuat Kompetensi Guru di Malaysia, Dari Kearifan Lokal Menuju Kelas Digital
Dalam kegiatan di Lombok, lebih dari 10 pelaku industri pariwisata Malaysia turut ambil bagian. Mereka berasal dari berbagai sektor, mulai dari hotel, destinasi wisata, operator tur (land operator), hingga penyedia layanan pariwisata lainnya.
Selama roadshow berlangsung, peserta mengikuti sesi product presentation dan B2B yang mempertemukan pelaku industri pariwisata Malaysia, dengan agen perjalanan serta mitra usaha dari Indonesia.
Melalui forum tersebut, para peserta memperkenalkan produk dan layanan wisata terbaru sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis secara langsung.
Hairi menilai konektivitas yang semakin baik antara Indonesia dan Malaysia menjadi modal penting dalam meningkatkan arus wisatawan.
Sepanjang 2025, Malaysia mencatat sebanyak 4,3 juta kunjungan wisatawan asal Indonesia. “Ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu penyumbang wisatawan terbesar bagi Malaysia,” bebernya.
Mobilitas wisatawan juga didukung oleh lebih dari 660 penerbangan langsung setiap pekan dengan kapasitas lebih dari 120 ribu kursi per minggu yang menghubungkan berbagai kota di Indonesia dan Malaysia.
Melalui kampanye Visit Malaysia 2026-2027, Malaysia menargetkan kedatangan 47 juta wisatawan internasional dengan estimasi pendapatan sektor pariwisata mencapai RM 329 miliar.
Untuk mendukung target tersebut, pemerintah Malaysia telah menyiapkan lebih dari 320 agenda dan festival sepanjang 2026 yang menawarkan berbagai pengalaman wisata kepada wisatawan mancanegara.
Hairi berharap pelaksanaan Malaysia Tourism Showcase B2B Roadshow di lima kota Indonesia dapat memperluas jangkauan promosi, sekaligus mempererat hubungan antarpelaku industri pariwisata kedua negara.
“Harapannya, ini bisa membuka peluang kerja sama yang lebih luas untuk meningkatkan arus kunjungan wisatawan Indonesia ke Malaysia pada tahun-tahun mendatang,” tandasnya.
Di kesempatan ini, Education Malaysia Indonesia juga melakukan promosi edutourism atau wisata sambil belajar, sebagai strategi menarik lebih banyak pelajar melanjutkan pendidikan tinggi di Malaysia.
Direktur Education Malaysia Indonesia Hasnul Faizal bin Hushin Amri mengatakan promosi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama pendidikan antara Malaysia dan Indonesia.
“Kami bekerja sama dengan Tourism Malaysia untuk mempromosikan program-program khusus edutourism,” jelasnya.
Baca Juga: Wamen Ramai-ramai ke Samota, Bahas Investasi hingga Pariwisata Kelas Dunia
Saat ini ada sekitar 200 program edutourism yang dikembangkan oleh universitas negeri maupun swasta di Malaysia, untuk diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia.
Hasnul mengungkapkan, saat ini jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Malaysia mencapai sekitar 9.455 orang. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah mahasiswa internasional terbesar kedua di Malaysia setelah China.
Malaysia menawarkan sejumlah keunggulan sebagai destinasi pendidikan tinggi. Selain memiliki biaya pendidikan yang relatif lebih terjangkau, letaknya yang berdekatan dengan Indonesia memudahkan akses bagi mahasiswa dan keluarga.
Kualitas pendidikan juga didukung oleh sistem akreditasi yang baik. “Malaysia menawarkan konsep tiga keunggulan, yaitu terjangkau, dekat karena bertetangga dengan Indonesia, serta memiliki akreditasi pendidikan yang baik,” bebernya.
Education Malaysia Indonesia berharap semakin banyak masyarakat Indonesia, mengenal berbagai pilihan pendidikan tinggi, sekaligus memanfaatkan paket wisata edukasi yang ditawarkan sebagai pintu masuk untuk melanjutkan studi di negeri Jiran.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan