Atasi Kemiskinan Ekstrem dengan Pengembangan Usaha Ayam Petelur

Ferial Ayu • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 06:37 WIB
PILOTING: Kepala OJK NTB Rudi Sulistyo (kiri) meninjau ayam petelur yang dikembangkan untuk intervensi kemiskinan ekstrem saat peluncuran piloting program Desa Berdaya di Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur, Kamis (30/7). (IST/LOMBOK POST)
PILOTING: Kepala OJK NTB Rudi Sulistyo (kiri) meninjau ayam petelur yang dikembangkan untuk intervensi kemiskinan ekstrem saat peluncuran piloting program Desa Berdaya di Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur, Kamis (30/7). (IST/LOMBOK POST)

LombokPost – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB bersama Pemprov  NTB dan Industri Jasa Keuangan (IJK) mendukung peluncuran piloting program Desa Berdaya di Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur, Kamis (30/7).

Program strategis ini dirancang sebagai model baru pemberdayaan masyarakat.

Program ini tidak hanya memberikan bantuan usaha, tetapi juga membangun kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan.

Termasuk mengembangkan usaha, hingga menciptakan kemandirian ekonomi.

Baca Juga: Selain BTS, Enam Musisi Papan Atas Ini Lebih Dulu Boikot Grammy Awards

Kepala OJK NTB Rudi Sulistyo menjelaskan, program Desa Berdaya merupakan hasil refocusing berbagai program OJK bersama mitra strategis.

Outputnya, untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan ekstrem.

Empat desa dipilih sebagai proyek percontohan. Di antaranya, Desa Lendang Nangka Utara, Mangkung, Mekarsari, dan Buwun Mas.

“Sebanyak lebih dari 100 kepala keluarga menjadi penerima manfaat pada tahap awal,” ujarnya.

Baca Juga: Siswa MAN 1 Mataram Raih Medali Nasional, Riset Hukum Bersaing dengan Mahasiswa UGM dan UB

Program tersebut melibatkan berbagai pihak. Mulai dari Bank NTB Syariah, Astra, PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), International Labour Organization (ILO), Women’s World Banking, hingga pemerintah daerah.

Bentuk intervensinya bukan sekadar bantuan dana.

Namun berupa pengembangan usaha peternakan ayam petelur yang dirancang memiliki pasar tetap melalui skema offtaker.

Sehingga hasil produksi masyarakat memiliki kepastian penjualan.

“Dari mulai pembangunan kandang sampai ayam bertelur, hasilnya nanti dijual kepada offtaker. Harapannya mampu meningkatkan pendapatan masyarakat miskin ekstrem,” sambung Rudi.

Selain bantuan usaha, peserta juga mengikuti pelatihan berjenjang.

Mulai dari training for trainers (ToT) bagi pendamping hingga training for beneficiaries bagi penerima manfaat.

Baca Juga: Gubernur Ahmad Luthfi Sebut Stasiun Tawang Bukan Sekadar Sarana Transportasi, tapi juga Warisan Sejarah 

Materi yang diberikan mencakup penyusunan proposal usaha, manajemen bisnis, pengelolaan keuangan, hingga teknik budi daya ayam petelur.

Sekretaris Daerah (Sekda) NTB Abul Chair menegaskan, pengentasan kemiskinan tidak bisa lagi bertumpu pada skema bantuan tunai pasif.

Peningkatan kapasitas pengelolaan keuangan warga menjadi kunci utama perubahan pola pikir.

Yang paling penting bukan sekadar memperoleh bantuan, melainkan bagaimana warga mampu mengelola, mengembangkan, dan merencanakan masa depan ekonomi keluarganya secara mandiri,” katanya.

Baca Juga: Jawa Tengah Catat Realisasi Kredit Perumahan Tertinggi, Nilainya Capai Rp 4,96 Triliun

Melalui keterlibatan OJK dan IJK, program Desa Berdaya diharapkan menjadi cetak biru pengentasan kemiskinan berkelanjutan di seluruh penjuru Lombok dan Sumbawa.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan
kemiskinan ekstrem desa berdaya OJK ayam petelur Lombok Timur