LombokPost-Pemprov NTB memastikan beroperasinya smelter tembaga PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) di Sumbawa Barat, menjadi langkah penting dalam memperkuat hilirisasi mineral, dan meningkatkan nilai tambah ekspor daerah.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, beroperasinya smelter membuat pola ekspor NTB berubah. Jika sebelumnya daerah mengekspor konsentrat tembaga, kini ekspor akan didominasi produk hasil pengolahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
“Ekspor ini berarti ini aja, kita berhenti ekspor konsentrat, tapi kan kita jadi ekspor emas. Jadi berubah nanti,” terangnya.
Baca Juga: Pemprov NTB Akhirnya Terima DBH Keuntungan Bersih Tahun 2025 PT AMNT Rp 60,36 Miliar
Penyelesaian proyek strategis nasional (PSN) tersebut ditandai dengan penandatanganan Completion and Project Acceptance Certificate (PAC) antara AMMAN dan mitra konstruksinya, China Nonferrous Metal Industry's Foreign Engineering and Construction Co., Ltd. (NFC), di Beijing, Tiongkok, pada 18 Juli 2026.
Sebagai salah satu PSN, smelter AMMAN memiliki kapasitas pengolahan hingga 900 ribu metrik ton konsentrat tembaga per tahun, dari tambang Batu Hijau dan nantinya juga akan mengolah konsentrat dari tambang Elang.
Fasilitas terintegrasi ini menghasilkan katoda tembaga, emas, perak, asam sulfat, dan selenium sebagai produk bernilai tambah.
Gubernur Iqbal optimistis perubahan komoditas ekspor, tidak akan menurunkan nilai perdagangan luar negeri NTB secara signifikan.
Meski volume ekspor berkurang, nilai produknya justru meningkat. “Insya Allah nggak akan banyak berkurang, karena nilainya bertambah walaupun volumenya menurun. Yang tadinya hitungannya kapal-kapalan, sekarang hitungnya tidak kapalan, tapi nilainya juga besar,” bebernya.
Menanggapi anggapan, penurunan neraca ekspor dapat memengaruhi dukungan pemerintah pusat kepada daerah, Iqbal menegaskan hal tersebut tidak berkaitan secara langsung.
“Tidak terlalu. Tidak dengan sendirinya kalau neraca ekspor kita turun, terus dukungan dari pemerintah pusat akan turun,” ujar pria asal Lombok Tengah tersebut.
Baca Juga: Smelter Tembaga AMMAN di Sumbawa Barat Resmi Rampung, Siap Olah 900 Ribu Ton Konsentrat Per Tahun
Ia menambahkan, kekuatan ekonomi daerah tidak hanya ditentukan oleh ekspor, tetapi juga perputaran ekonomi di sektor lain, seperti pariwisata.
Karenanya, ketika smelter AMMAN telah beroperasi, Pemprov NTB, lanjutnya, terus mendorong agar operasional fasilitas pengolahan tersebut, melibatkan lebih banyak pengusaha lokal, sehingga manfaat ekonomi dari hilirisasi mineral dapat dirasakan secara luas. “Kita selalu tekankan supaya pelibatan pengusaha lokal,” tandasnya.
Sebelumnya, Presiden Direktur AMMAN Arief Sidarto mengatakan penyelesaian proyek ini merupakan tonggak penting, dalam transformasi perusahaan dari bisnis pertambangan menuju industri pengolahan mineral terintegrasi.
Rampungnya proyek smelter ini merupakan pencapaian penting bagi AMMAN.
“Di baliknya terdapat kerja keras, ketangguhan, dan kolaborasi seluruh karyawan serta para mitra dalam menghadapi berbagai tantangan selama proses pembangunan dan komisioning,” jelas dia.
Editor : Kimda FaridaSumber : Liputan