LombokPost – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram (Unram) Desa Malaka 2 menunjukkan kepedulian terhadap kelestarian ekosistem laut dengan melaksanakan transplantasi terumbu karang di Pantai Mentigi, Desa Malaka, Kabupaten Lombok Utara.
Aksi konservasi yang digelar Sabtu (25/7) itu menjadi salah satu program unggulan KKN yang menyasar rehabilitasi kawasan pesisir.
Kegiatan tersebut melibatkan 38 peserta yang terdiri atas mahasiswa KKN, masyarakat setempat, serta mitra konservasi, yakni Archipelagic Research Center (ARC) dan Indonesia Biru Foundation (IBF).
Dalam pelaksanaannya, tim berhasil memasang empat unit spider sebagai media transplantasi dengan total 90 fragmen karang yang ditanam di dasar perairan Pantai Mentigi.
Ketua KKN Unram Desa Malaka 2, Dimas Agri Santoso, mengatakan transplantasi terumbu karang ini dirancang sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa terhadap pelestarian lingkungan pesisir.
Baca Juga: IHSG Berpeluang Menguat, Investor Masih Menunggu Kepastian Gubernur Baru Bank Indonesia
Menurut dia, keberadaan terumbu karang sangat penting sebagai habitat biota laut sekaligus penopang sektor perikanan dan pariwisata.
“Melalui kegiatan transplantasi terumbu karang ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga ekosistem laut. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan melalui kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, pemerintah, dan mitra konservasi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok KKN, Suhaemi, menilai keberhasilan kegiatan tersebut tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara mahasiswa, masyarakat, dan lembaga mitra. Ia berharap fragmen karang yang telah ditanam dapat tumbuh optimal dan memberi manfaat jangka panjang bagi ekosistem pesisir Pantai Mentigi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Semoga hasil transplantasi yang telah dilakukan dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi ekosistem laut Pantai Mentigi di masa mendatang,” katanya.
Baca Juga: Cegah Kekerasan Anak, KKN-PMD Unram Pringgabaya Utara Ajarkan Body Boundaries di Sekolah
Perwakilan Archipelagic Research Center (ARC), Affan Al Ghaffar, mengapresiasi semangat mahasiswa dan masyarakat dalam menjalankan aksi konservasi tersebut. Menurutnya, transplantasi karang tidak berhenti pada proses penanaman, melainkan harus diikuti pemantauan dan edukasi secara berkelanjutan.
“Transplantasi terumbu karang bukan hanya tentang proses penanaman, tetapi juga bagaimana memastikan keberlanjutannya melalui monitoring berkala, edukasi kepada masyarakat, serta kolaborasi dengan berbagai pihak. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi langkah nyata dalam menjaga kelestarian ekosistem laut di Lombok Utara,” jelasnya.
Kegiatan berlangsung lancar mulai dari persiapan media, pemasangan fragmen karang pada spider, hingga penurunan media transplantasi ke dasar laut.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan, mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Unram Desa Malaka 2 berharap transplantasi terumbu karang menjadi titik awal rehabilitasi ekosistem laut Pantai Mentigi.
Ke depan, mereka merencanakan monitoring berkala, edukasi bagi masyarakat dan wisatawan, penguatan kolaborasi lintas pihak, serta penyusunan proposal pendanaan agar program rehabilitasi terumbu karang dapat berjalan berkelanjutan.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Lombok Post