Pemprov NTB Evaluasi Berbagai Aspek Jelang Motogp Mandalika

Yuyun Kutari • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 16:01 WIB
INCAR PODIUM: Marco Bezzecchi beraksi di lintasan MotoGP Mandalika 2025, saat bersaing dengan para rivalnya. (IVAN/LOMBOK POST)
INCAR PODIUM: Marco Bezzecchi beraksi di lintasan MotoGP Mandalika 2025, saat bersaing dengan para rivalnya. (IVAN/LOMBOK POST)

LombokPost-Pemprov NTB mulai mematangkan berbagai persiapan menjelang penyelenggaraan MotoGP Mandalika, pada 9–11 Oktober 2026 mendatang.

Asisten II Setda NTB Lalu Mohamad Faozal mengatakan, sejumlah aspek menjadi fokus evaluasi, mulai dari penjualan tiket, tata kelola akomodasi, kesiapan masyarakat, infrastruktur, hingga transportasi. “Ini yang menjadi perhatian kami,” terangnya, Senin (3/8).

Ajang MotoGP 2026 menjadi momentum penting, karena Sirkuit Mandalika telah menyelenggarakannya sejak debut pertama di tahun 2022. “Artinya kita sudah cukup punya catatan soal evaluasi-evaluasi yang menjadi kekurangan kita pada event sebelumnya,” jelas dia.

Baca Juga: Tujuh Magnet MotoGP Mandalika yang Bikin Penggemar Ingin Nonton Kembali

Adapun perhatian Pemprov NTB di penyelenggaraan kali ini, dimulai dari penjualan tiket. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tiket MotoGP 2026 telah dipublikasikan lebih awal sejak 18-19 Juni untuk kategori Early Bird, dilanjutkan dengan periode Presale 1 dan tiket khusus warga NTB.

Dengannya, diharapkan dapat mendongrak peningkatan jumlah penonton. “Target kita memang 65 ribu penonton pada puncak balapan. Jadi total selama tiga hari sekitar 140 ribu penonton. Ini target karena kita melihat dari tren sebelumnya,” beber Faozal.

Selain tiket, Pemprov NTB juga akan mengevaluasi tata kelola akomodasi, khususnya terkait tarif hotel yang selama ini kerap menjadi sorotan saat ajang MotoGP berlangsung.

Dalam menjaga stabilitas harga, Pemprov NTB tetap mengacu pada Peraturan Gubernur Nomor 9 Tahun 2022 yang membagi zonasi tarif akomodasi menjadi tiga wilayah.

Regulasi tersebut menetapkan batas kenaikan maksimal tiga kali lipat untuk zona satu di Mandalika, maksimal dua kali lipat untuk zona dua di kawasan Mataram dan Lombok Barat, serta maksimal satu kali lipat bagi zona tiga di Lombok Utara.

“Kita perlu evaluasi, dan kita akan pastikan dengan pihak PHRI dan pengelola penginapan untuk lebih membenahi tata kelola akomodasi ini supaya tidak selalu menjadi isu,” jelasnya.

Baca Juga: Dari Simulator MotoGP Mandalika Hingga Promo Oli, Intip Keseruan Booth MyPertamina di GIIAS 2026

Aspek sosial dan kesiapan masyarakat juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Dalam waktu dekat, Pemprov NTB akan menggelar pertemuan dengan berbagai pihak guna memastikan masyarakat siap menyambut wisatawan dan menjadi tuan rumah yang baik selama penyelenggaraan MotoGP.

Di sektor infrastruktur, Pemprov NTB menyoroti kondisi jalan amblas di Kondisi jalan amblas di Bypass Bandara Internasional Lombok (BIL)-Mandalika yang berada di Kilometer 11, Desa Sukadana, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.

Titik tersebut sebenarnya telah beberapa kali ditangani oleh Kementerian PU, namun kerusakan terus berulang. Perbaikan akan dikoordinasikan bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).

“Ini yang mungkin harus segera dibenahi dengan BPJN, saya rasa mereka secara teknis akan mencari solusi soal jalan amblas di titik tersebut,” katanya.

Sedangkan untuk kesiapan sirkuit, pihak otorita akan segera menyelesaikan tahapan homologasi lintasan sirkuit.

Di luar ajang balap utama, sektor pendukung seperti pelibatan UMKM dan pergelaran event lokal juga akan dikemas lebih menarik. “Nanti mungkin akan lebih baik dari tahun sebelumnya,” ujar mantan kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB tersebut.

Selanjutnya, Penerangan Jalan Umum (PJU) juga akan dibenahi untuk mendukung kenyamanan pengunjung selama MotoGP berlangsung.

Sementara itu, pada sektor transportasi, Faozal menegaskan perlunya mengantisipasi agar insiden dugaan penganiayaan terhadap seorang pengemudi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, sebelumnya tidak kembali terulang.

Baca Juga: IMI Borong 8.000 Tiket MotoGP Mandalika 2026

Pemprov NTB akan berupaya menyosialisasikan keberadaan transportasi lokal maupun daring, kepada seluruh pihak agar tidak kembali menimbulkan persoalan di lapangan.

Menurutnya, isu tersebut bukan kali pertama muncul dan perlu ditangani secara menyeluruh agar tidak kembali terulang.

“Kita sedang berupaya meyakinkan bahwa menjelang event kita harus sosialisasikan soal kehadiran macam-macam transportasi yang mungkin di lokal masih belum selesai,” tandasnya. 

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTB Chandra Aprinova menjelaskan sektor akomodasi tak kalah penting, terutama di sejumlah wilayah penyangga yang kerap kelimpahan tamu seperti kawasan Mandalika, Mataram, Senggigi, hingga Gili Trawangan, Meno, dan Air (Tramena) .

Berdasarkan data PHRI, ketersediaan kamar hotel berbintang saat ini mendekati 16 ribu unit. Jumlah tersebut dipastikan terus bertambah karena jajaran pemerintah daerah masih melakukan pendataan menyeluruh terhadap seluruh fasilitas homestay, khususnya yang tersebar di wilayah Mandalika.

“Jumlah 16 ribu kamar itu masih hotel berbintang, belum kita data lagi yang homestay, jadi jumlah penginapan ini bisa bertambah,” kata dia.

Baca Juga: MotoGP 2027 Dibuka di Thailand, Buriram Jadi Saksi Debut Era Baru Mesin 850cc

Terkait kekhawatiran mengenai kecukupan kamar dalam mengantisipasi target 45 ribu tiket yang dirilis oleh ITDC, Chandra optimis, kapasitas yang ada saat ini masih sangat memadai.

Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan
MotoGP Sirkuit Mandalika MotoGP Mandalika NTB Tiket