LombokPost — Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merespons cepat ancaman krisis air bersih akibat fenomena El Nino.
Menindaklanjuti prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi kemarau yang lebih cepat, lama, dan cuaca yang lebih panas, PMI resmi menggelar kick-off operasi distribusi air bersih.
"Secara seremonial kick-off kita laksanakan hari ini. Namun faktanya, sejak satu pekan lalu kegiatan distribusi air bersih sudah berjalan. Sampai saat ini, sebanyak 106 ribu liter air bersih telah kita salurkan," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PMI NTB Lalu R Doddy Setiawan, saat ditemui di Markas PMI Provinsi NTB.
Doddy menjelaskan, langkah cepat ini merupakan bagian dari aksi kemanusiaan kolektif atas atensi PMI Pusat bersama mitra internasional, seperti Federasi Palang Merah Internasional (IFRC), Palang Merah Amerika (American Red Cross), dan Palang Merah Australia (Australian Red Cross).
Penyaluran air diprioritaskan pada lima kabupaten/kota di NTB yang saat ini telah ditetapkan berstatus Siaga Darurat Kekeringan berdasarkan asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Kelima wilayah tersebut meliputi Kabupaten Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa, dan Bima.
Dari pemantauan PMI, sejauh ini wilayah Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Lombok Barat menjadi daerah dengan permintaan paling tinggi.
"Program ini sifatnya rutin saban musim kemarau, baik ada permintaan langsung maupun tidak dari masyarakat. Namun karena skala El Nino kali ini diprediksi meluas, kami bergerak terkomando bersama BPBD dan BWS. Jika dampaknya memanjang hingga awal tahun depan, operasi distribusi juga akan terus disesuaikan dengan kebutuhan warga," tegas Doddy.
Untuk mendukung kelancaran operasi di lapangan, PMI se-NTB menyiagakan armada operasional sebanyak 13 unit. Jumlah tersebut terdiri dari 8 unit truk tangki air berkapasitas masing-masing 5.000 liter dan 5 unit mobil pick-up yang dilengkapi tandon air.
Sementara itu, Ketua PMI Lombok Barat Haris Karnaen menyatakan kesiapan jajarannya dalam menyuplay kebutuhan air bersih bagi warga terdampak di wilayahnya.
Pada tahap awal, operasi pendorongan (dropping) air telah menyasar beberapa titik kritis, di antaranya Desa Banyu Urip di Kecamatan Gerung serta kawasan Batu Layar.
Baca Juga: Targetkan 145 Ribu Penonton, ITDC dan Polda NTB Matangkan Pengamanan MotoGP Mandalika 2026
"Prinsipnya kami di Kabupaten Lombok Barat bersinergi penuh dengan pemerintah daerah. Penyaluran armada dan personel disesuaikan dengan jadwal serta titik sasaran yang dipetakan oleh BPBD Lombok Barat," ungkap Haris.
Guna menjamin kelancaran pasokan air, PMI Lombok Barat juga menjalin kerja sama pasokan dengan dinas pemadam kebakaran (Damkar) setempat dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
"Sumber air kita pasok dari Damkar dan PDAM yang siap mendukung penuh giat kemanusiaan ini. Armada dan tim relawan PMI Lobar sudah sangat siap bergerak kapan saja menyisir wilayah-wilayah yang membutuhkan," pungkasnya.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Lombok Post